Jakarta, Bluefindo – PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) mengungkapkan prospek bisnis 2025 setelah mengalami kerugian selama lebih dari 4 kuartal. TGRA berencana mengakuisisi 6 unit Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yang sudah beroperasi.
Akuisisi ini diharapkan rampung pada triwulan-II 2025. Total kapasitas dari 6 PLTM tersebut adalah 11MW. Akuisisi ini akan menghabiskan dana sekitar Rp365 miliar dengan skema pembiayaan ekuitas dan utang.
TGRA berharap mendapatkan pendapatan rata-rata Rp54 miliar per tahun dari 6 PLTM ini. TGRA juga akan melanjutkan konstruksi 5 PLTM miliknya sendiri. PLTM Sisira akan dibangun pada Q1 2025, PLTM Batang Toru-3 dan Batang Toru-4 pada Q3 2025, serta PLTM Raisan Naga Timbul dan Raisan Huta Dolok pada Q4 2025.
Target COD (commercial operation date) adalah pada Q1, Q3, dan Q4 tahun 2027. Setelah dibangun, kelima PLTM ini diharapkan menghasilkan pemasukan hingga Rp360 miliar per tahun.
Kesulitan TGRA dimulai dari IPO pada 15 Mei 2017 yang mengalami undersubscribe. TGRA hanya mendapatkan Rp110 miliar dari target Rp1,5 triliun untuk pembangunan 5 PLTM.
TGRA juga mengalami kerugian akibat kesalahan investasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Australia dan Bali. Kini, TGRA mengaku sudah mendapatkan mitra strategis sebagai standby buyer pada rencana rights issue 38,75 miliar saham yang ditargetkan berlangsung pada September 2025.
Investor ini memiliki visi dan misi yang sama dengan TGRA, yaitu ingin berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan di Indonesia.




