JAKARTA, 2 Januari 2026 – Mengawali tahun 2026, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Chandra Asri Group secara resmi mengumumkan penyelesaian akuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) bermerek Esso di Singapura. Transaksi ini berhasil dituntaskan setelah seluruh persetujuan regulator serta ketentuan penutupan transaksi terpenuhi sepenuhnya.
Strategi Integrasi Regional Manajemen Chandra Asri menegaskan bahwa langkah strategis ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi dan tangguh di kawasan Asia Tenggara. Dengan rampungnya akuisisi ini, emiten berkode saham TPIA tersebut berhasil memperluas eksposur bisnisnya di sektor hilir energi sekaligus memperkokoh posisi regionalnya di luar pasar Indonesia.
“Akuisisi ini menjadi langkah lanjutan dalam strategi Perseroan untuk memperkuat platform infrastruktur energi terintegrasi,” jelas manajemen dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Kelanjutan Operasional dan Merek Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, memastikan bahwa ekspansi ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta menciptakan peluang investasi dan lapangan kerja yang lebih besar.
Terkait operasional di Singapura, Erwin memberikan jaminan terhadap beberapa poin krusial bagi pelanggan:
• Penggunaan Merek: Perseroan akan tetap menggunakan merek Esso dan membeli pasokan bahan bakar bermerek dari ExxonMobil.
• Program Loyalitas: Seluruh poin dan kartu loyalitas pelanggan tetap berlaku tanpa perubahan.
• Sumber Daya Manusia: Chandra Asri berkomitmen untuk mempertahankan seluruh karyawan ExxonMobil yang saat ini menjalankan operasional bisnis tersebut.
Latar Belakang Transaksi Proses akuisisi ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) yang dilakukan pada 24 Oktober 2025. Transaksi tersebut dilakukan melalui sebuah perusahaan tujuan khusus (special purpose vehicle/SPV) di bawah anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh Chandra Asri Group.
Langkah ini mencerminkan upaya perseroan dalam membuka sumber pertumbuhan baru dan memperkuat fundamental bisnis di tengah dinamika kebutuhan energi yang terus meningkat di Asia Tenggara.

Tinggalkan komentar