JAKARTA, 2 JANUARI 2026 – Emiten pertambangan batu bara dan nikel, PT Harum Energy Tbk. (HRUM), secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham perseroan. Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Jadwal dan Mekanisme Buyback Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Jumat (2/1), HRUM mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp335 miliar untuk aksi ini. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023, pelaksanaan buyback saham HRUM akan dilakukan tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Adapun periode pelaksanaan pembelian kembali saham dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 2 Januari hingga 1 April 2026.
Pendanaan Internal dan Dampak Keuangan Manajemen HRUM menegaskan bahwa seluruh dana yang digunakan untuk buyback sepenuhnya bersumber dari dana internal perseroan, bukan berasal dari pinjaman maupun hasil penawaran umum. Perseroan menyatakan memiliki modal kerja dan arus kas yang mencukupi untuk membiayai aksi tersebut.
“Pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan Perseroan,” tulis manajemen dalam prospektusnya. Selain itu, aksi ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap pendapatan, namun berpotensi meningkatkan laba per saham (earnings per share/EPS) seiring dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar.
Status Saham Treasuri Saham-saham yang berhasil dibeli kembali nantinya akan dicatat sebagai saham treasuri (treasury stock). Saham tersebut dapat dialihkan kembali di masa mendatang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengumuman rencana buyback ini segera direspons positif oleh pasar modal. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/1), saham HRUM tercatat menguat 1,86 persen ke level harga Rp1.095. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek perseroan ke depan.




Tinggalkan komentar