JAKARTA, 1 JANUARI 2026 – Emiten pengelola kompleks pergudangan yang terafiliasi dengan Astra Group, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), melaporkan penurunan kinerja keuangan yang signifikan hingga periode 30 September 2025,. Perseroan mencatatkan laba bersih yang merosot tajam di tengah peningkatan beban operasional.
Laba Bersih dan Pendapatan Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III-2025, MMLP membukukan laba bersih sebesar Rp50,39 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan drastis sebesar 77,76 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp226,61 miliar. Akibatnya, laba per saham dasar perseroan pun menyusut menjadi Rp7, dari posisi sebelumnya Rp33.
Dari sisi pendapatan, MMLP mengantongi Rp265,45 miliar hingga September 2025. Di saat yang sama, total beban perseroan tercatat membengkak 11,03 persen menjadi Rp118,92 miliar dari edisi tahun sebelumnya sebesar Rp107,1 miliar.
Faktor Penekan Laba Penyusutan laba yang cukup dalam ini dipengaruhi oleh beberapa faktor beban dan penilaian aset, antara lain:
• Beban Gaji dan Tunjangan: Tercatat sebesar Rp44,26 miliar (sebelumnya Rp40,56 miliar).
• Penurunan Nilai Piutang: Provisi atas penurunan nilai piutang lain-lain membengkak menjadi Rp22,54 miliar dari Rp13,73 miliar.
• Nilai Wajar Properti: Penurunan paling signifikan terlihat pada kenaikan nilai wajar atas properti investasi yang hanya sebesar Rp23,66 miliar, merosot jauh dari tahun lalu yang mencapai Rp203,29 miliar.
• Imbalan Pascakerja: Beban ini melambung menjadi Rp11,41 miliar dari sebelumnya hanya Rp1,9 miliar.
Di sisi lain, perseroan mencatatkan kenaikan pada penghasilan lainnya yang meroket menjadi Rp3,25 miliar dan mendapatkan manfaat pajak sebesar Rp1,44 miliar.
Kondisi Aset dan Liabilitas Hingga akhir September 2025, total aset MMLP tercatat mengalami lompatan menjadi Rp6,56 triliun dibandingkan akhir tahun lalu senilai Rp6,49 triliun. Namun, jumlah liabilitas atau utang perusahaan juga turut membengkak menjadi Rp1,79 triliun. Sementara itu, jumlah ekuitas perusahaan mengalami sedikit penyusutan menjadi Rp4,77 triliun dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp4,79 triliun.

Tinggalkan komentar