JAKARTA, 2 Januari 2026 – Emiten pengelola rumah sakit yang terafiliasi dengan Grup Elang Mahkota Teknologi (EMTK), PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), terus berupaya memulihkan status perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan kini tengah fokus memenuhi ketentuan minimum free float(saham publik) agar suspensi sahamnya dapat segera dibuka.

Berdasarkan laporan perkembangan terbaru per Desember 2025, RSGK menargetkan pemenuhan porsi saham publik sebesar 7,5 persen sesuai persyaratan BEI, atau bahkan hingga 10 persen mengikuti wacana kajian terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, jumlah saham publik RSGK baru tercatat sebesar 51,19 juta lembar saham atau setara dengan 5,5 persen.

Progres Divestasi Saham Corporate Secretary RSGK, Agus Rosyadi, menjelaskan bahwa langkah-langkah strategis telah diambil oleh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris. Beberapa tahapan perkembangan rencana pemulihan tersebut antara lain:

Penjajakan Internal: Proses pembahasan internal dan identifikasi calon pemegang saham yang akan melakukan divestasi telah terealisasi 100 persen sejak Juni 2024.

Pendekatan Pemegang Saham: Hingga Desember 2025, tahap pendekatan kepada pemegang saham terkait rencana divestasi baru mencapai progres 50 persen karena diskusi intensif masih terus berjalan untuk mencapai kesepakatan.

Eksekusi Penjualan: Rencana penjualan saham melalui pasar negosiasi ditargetkan berlangsung pada periode Desember 2025 hingga Desember 2026, namun hingga saat ini realisasinya masih berada pada tahap 0 persen.

Kondisi Saham Terkunci Sebagai informasi, perdagangan saham RSGK telah terhenti cukup lama. Harga saham perseroan terpantau terkunci di level Rp980 sejak 31 Januari 2025 lalu. Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan pemenuhan persyaratan ini demi normalisasi perdagangan saham di bursa.

RSGK sendiri menjadi bagian dari gurita bisnis kesehatan Grup Emtek setelah mayoritas sahamnya diakuisisi secara bertahap oleh PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) atau Omni Hospitals pada akhir 2021 hingga awal 2022.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

,

Tinggalkan komentar

RSGK Targetkan Kerek ‘Free Float’ hingga 10 Persen

PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), afiliasi Grup EMTK, berusaha memulihkan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dengan memenuhi ketentuan free float minimum. Saat ini, porsi saham publik baru mencapai 5,5 persen. RSGK menargetkan 7,5 persen hingga 10 persen, dengan divestasi direncanakan antara Desember 2025 hingga Desember 2026.

#Emiten , #