JAKARTA, 3 JANUARI 2026 – Emiten jasa pertambangan batubara yang terafiliasi dengan pengusaha Low Tuck Kwong, PT Samindo Resources Tbk (MYOH), mengumumkan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pendapatan jangka menengah. Perseroan secara resmi telah memperpanjang kontrak kerja sama dengan mitra utamanya, PT Kideco Jaya Agung.

Perpanjangan Kontrak dan Target Operasional Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1), MYOH berhasil mengamankan perpanjangan kontrak jasa pertambangan di site Kideco untuk jangka waktu lima tahun ke depan, yakni hingga tahun 2029. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas arus kas perusahaan di tengah fluktuasi pasar komoditas.

Untuk target operasional, perseroan memproyeksikan volume coal getting (pengambilan batubara) pada tahun 2025 mencapai 5,4 juta ton, dengan volume hauling (pengangkutan) sekitar 24.000 K ton. Namun, untuk tahun 2026, manajemen menetapkan target yang lebih konservatif dengan menurunkan angka coal getting menjadi 4,5 juta ton guna mengantisipasi ketidakpastian pasar.

Strategi Ekspansi dan Diversifikasi Selain mengandalkan kontrak utama, MYOH kini gencar mencari peluang pertumbuhan baru dengan menjajaki kontrak pekerjaan overburden (pengerukan lapisan tanah penutup) dan coal getting dari pihak ketiga. Strategi ini bertujuan untuk memperluas portofolio proyek sekaligus mengurangi ketergantungan pendapatan pada satu sumber saja.

Diversifikasi juga menyasar anak usaha perseroan, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA), yang bergerak di bidang sewa kendaraan operasional 4×4. Sepanjang tahun 2025, bisnis TRJA sempat tertekan akibat penurunan aktivitas tambang. Merespons hal tersebut, manajemen MYOH tengah menyiapkan kajian agar layanan TRJA tidak hanya bergantung pada kontrak jangka pendek di sektor batubara.

Optimisme Pemulihan Harga Meskipun sempat menghadapi tekanan kinerja akibat pelemahan harga batubara global, cuaca ekstrem, dan kendala operasional pada anak usaha hingga September 2025, manajemen tetap optimis menatap masa depan.

Pihak manajemen meyakini bahwa harga batubara telah mencapai titik terendahnya pada tahun 2025. “Perseroan optimistis akan terjadi pemulihan permintaan dan potensi kenaikan harga tipis di tahun mendatang dibandingkan realisasi tahun ini,” tulis manajemen dalam pernyataannya.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

,

Tinggalkan komentar

Trending


Quote of the week

“Be fearful when others are greedy, and greedy when others are fearful.” – Warren Buffett