JAKARTA, 4 JANUARI 2025 – Harga nikel global mencatatkan lonjakan signifikan hingga menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 14 bulan terakhir pada perdagangan Jumat. Kenaikan tajam ini dipicu oleh penghentian sementara aktivitas penambangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) serta rencana pemerintah Indonesia untuk memperketat pasokan guna menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.
Lonjakan Harga di London Metal Exchange (LME) Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), kontrak nikel untuk pengiriman tiga bulan sempat menyentuh angka US16.945 per metrikton, sebuah rekor tertinggi sejak Oktober 2024, sebelum akhirnya stabil di kisaran US16.875 per ton. Penguatan ini menjadi angin segar bagi pasar nikel yang sebelumnya sempat tertekan cukup lama akibat kondisi kelebihan pasokan global.
Selain faktor fundamental pasokan, data bursa juga menunjukkan adanya konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi, di mana satu entitas dilaporkan menguasai sekitar 30 persen hingga 40 persen waran nikel di LME. Laporan bursa juga mengindikasikan adanya posisi beli besar pada kontrak Januari yang setara dengan 40 persen dari total open interest.
Penyebab Operasional dan Kebijakan Pemerintah Kenaikan harga ini berkaitan erat dengan kendala administrasi yang dihadapi oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Sebagaimana diberitakan sebelumnya, INCO terpaksa menghentikan sementara operasional tambangnya karena tertundanya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) atau rencana produksi tahunan dari regulator.
Meski demikian, manajemen INCO memberikan klarifikasi untuk menenangkan pasar. “Perusahaan meyakini keterlambatan ini tidak akan mengganggu keberlanjutan operasional secara keseluruhan dan berharap persetujuan tersebut dapat diterbitkan dalam waktu dekat,” ungkap manajemen dalam keterbukaan informasi.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah Indonesia turut memperkuat sentimen positif harga. Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah berencana memangkas kuota produksi bijih nikel. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menata ulang pasokan nasional demi menopang dan menjaga stabilitas harga di pasar global.
Tren Positif Logam Lainnya Sentimen bullish tidak hanya melanda nikel. Aluminium juga mencatatkan performa gemilang dengan menembus level psikologis US$3.000 per ton untuk pertama kalinya sejak 2022. Kenaikan aluminium didorong oleh potensi penutupan smelter Mozal di Mozambik serta penerapan pungutan karbon atas impor aluminium ke Eropa.
Logam dasar lainnya seperti tembaga, seng, dan timah juga terpantau menguat, sementara timbal bergerak melemah secara terbatas.





Tinggalkan komentar