JAKARTA, 4 JANUARI 2026 – Setelah lebih dari tiga tahun menjadi perusahaan terbuka, emiten pengolahan hasil laut PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) melaporkan masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Hingga periode 31 Desember 2025, nilai dana yang tersisa tercatat sebesar Rp2,47 miliar,.

Realisasi Penggunaan Dana Direktur Utama Toba Surimi, Gindra Tardy, dalam keterbukaan informasi menyebutkan bahwa perseroan berhasil meraup hasil bersih dari aksi IPO sebesar Rp55,23 miliar. Berdasarkan rencana awal, dana tersebut dialokasikan untuk dua kebutuhan utama: modal kerja dan pengadaan kapal laut.

Hingga saat ini, total dana yang telah digunakan mencapai Rp52,7 miliar atau setara dengan 95,5 persen dari total hasil bersih. Berikut adalah rincian penyerapannya:

Modal Kerja: Seluruh alokasi sebesar Rp52,1 miliar telah terserap sepenuhnya (100 persen).

Pengadaan Kapal Laut: Dari rencana awal sebesar Rp3,12 miliar, baru terealisasi sebanyak Rp650 juta.

Sisa dana yang belum terpakai sebesar Rp2,47 miliar saat ini disimpan oleh perseroan di Bank Mandiri,.

Performa Saham CRAB Sebagai informasi, CRAB resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 2022 dengan harga penawaran perdana sebesar Rp150 per saham. Saat itu, jumlah saham yang dicatatkan mencapai 1,95 miliar lembar.

Seiring dengan berjalannya waktu dan penggunaan dana IPO untuk mendukung operasional, harga saham CRAB terpantau mengalami apresiasi yang cukup signifikan. Per 2 Januari 2026, saham CRAB diperdagangkan di level Rp280 per saham, atau telah meningkat sekitar 86 persen dari harga perdana saat IPO.

Laporan sisa dana ini merupakan bentuk transparansi perseroan kepada investor mengenai efisiensi penggunaan modal kerja yang dihimpun dari publik sejak tahun 2022 lalu.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren