Jakarta, (BlueFindo.com) — Emiten PT Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) resmi memulai rangkaian aksi korporasi besar melalui skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Sebagai bagian dari rencana strategis ini, perseroan telah mendaftarkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan nilai yang mencapai Rp3,25 triliun,.
Detail OWK dan Jadwal Pelaksanaan Berdasarkan informasi resmi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin (5/1), OWK tersebut terdaftar dengan kode efek TBC BYIDX PACK 260126. Rencananya, penerbitan instrumen keuangan ini akan dilangsungkan pada 26 Januari 2026.
Perseroan menetapkan jenis bunga zero/discounted untuk obligasi ini, yang berarti OWK diterbitkan tanpa memberikan bunga kepada pemegangnya,. Instrumen ini memiliki masa berlaku hingga tanggal jatuh tempo pada 26 Januari 2027.
Rasio Rights Issue dan Harga Pelaksanaan Dalam aksi rights issue ini, PACK akan menerbitkan sebanyak 32,58 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10. Harga pelaksanaan yang ditetapkan adalah Rp100 per eksemplar.
Adapun ketentuan bagi para pemegang saham adalah sebagai berikut:
• Setiap pemegang 5 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 HMETD.
• Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli satu unit OWK dengan harga Rp100.
Mekanisme Konversi dan Pembeli Siaga Pemegang OWK dapat mengonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa dengan rasio 1:1, di mana satu unit OWK dapat ditukar menjadi satu saham baru. Proses konversi ini dapat dilakukan mulai satu hari kerja setelah tanggal penerbitan hingga sebelum batas akhir pada 21 Januari 2027. Meskipun unit OWK sendiri tidak dicatatkan di bursa, saham hasil konversinya akan tetap dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Aksi besar ini juga didukung penuh oleh Eco Energi Perkasa (EEP) selaku pemegang 47,16 persen saham perseroan. Melalui surat pernyataan tertanggal 15 Desember 2025, EEP berkomitmen melaksanakan seluruh haknya untuk membeli OWK dan bertindak sebagai pembeli siaga dengan jatah mencapai 15,36 miliar saham.





Tinggalkan komentar