Jakarta, (BlueFindo.com) — Emiten alat kesehatan, PT UBC Medical Indonesia Tbk. (LABS), melakukan langkah strategis di penghujung tahun dengan merombak jajaran kepemimpinan operasionalnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa, 30 Desember 2025, perseroan resmi memperkenalkan wajah baru di jajaran direksi.
Pengunduran Diri dan Suksesi Operasional
Dalam rapat yang dinyatakan telah memenuhi kuorum tersebut, para pemegang saham secara resmi menerima pengunduran diri Raditia Nurcahya dari jabatannya sebagai Direktur Operasional Perseroan. Raditia sendiri diketahui telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada sekretariat LABS sejak tanggal 14 November 2025.
Guna mengisi posisi yang ditinggalkan, pemegang saham memberikan mandat kepada Dr. Yudha Indrawirawan untuk menjabat sebagai Direktur Operasional yang baru. Penunjukan ini mulai efektif berlaku sejak ditutupnya RUPSLB tersebut.
Formasi Manajemen Hingga 2029
Perubahan ini sekaligus menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang akan mengawal jalannya perusahaan untuk periode jangka panjang. Formasi teranyar ini direncanakan akan bertugas hingga ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) LABS pada tahun 2029 mendatang.
Berikut adalah susunan lengkap manajemen PT UBC Medical Indonesia Tbk. (LABS) saat ini:
Direksi:
• Direktur Utama: Franciscus Xaverius Yoshua Raintjung.
• Direktur: Marcella Angelin.
• Direktur Operasional: Dr. Yudha Indrawirawan.
Dewan Komisaris:
• Komisaris Utama: Nathan Tirtana.
• Komisaris Independen: Suyanto.
Langkah perombakan direksi di tubuh LABS ini menambah deretan dinamika aksi korporasi yang mewarnai pasar modal di awal tahun 2026. Berita ini hadir di tengah sorotan pasar terhadap aksi korporasi lainnya, seperti rencana penerbitan obligasi konversi oleh PACK, aksi buyback saham BCA, hingga langkah investasi internal yang dilakukan oleh petinggi Hermina (HEAL) dan pengendali WGSH.





Tinggalkan komentar