Jakarta, (BlueFindo.com) — Penurunan harga saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sepanjang tahun lalu rupanya menjadi momentum emas bagi jajaran direksi perseroan untuk mempertebal porsi kepemilikan mereka. Langkah strategis ini menunjukkan sinyal kepercayaan internal terhadap prospek jangka panjang emiten pengelola jaringan rumah sakit tersebut.

Detail Transaksi di Penghujung Tahun Direktur perseroan, Yulisar Khiat, dilaporkan telah melakukan aksi beli dalam jumlah besar di pasar modal. Berdasarkan surat yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 5 Januari 2026, transaksi tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2025.

Yulisar Khiat memborong sebanyak 11,27 juta lembar saham HEAL dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.387 per saham. Untuk menuntaskan aksi “serok” saham ini, ia harus merogoh kocek pribadi hingga Rp15,64 miliar.

Peningkatan Porsi Kepemilikan dan Nilai Aset Melalui transaksi ini, struktur kepemilikan Yulisar Khiat di dalam perseroan mengalami peningkatan sebagai berikut:

Jumlah Saham: Bertambah dari 975,55 juta lembar menjadi 986,83 juta lembar.

Hak Suara: Meningkat dari 6,35% menjadi 6,42% hak suara.

Keputusan investasi ini pun segera membuahkan hasil seiring dengan pergerakan harga saham di pasar. Hingga sesi perdagangan Senin (5/1) pukul 14:48 WIB, saham HEAL terpantau bertengger di level Rp1.440 per lembar. Jika dihitung berdasarkan harga pasar terkini tersebut, total nilai kekayaan Yulisar Khiat di saham HEAL kini telah mencapai Rp1,42 triliun.

Aksi borong saham oleh direksi ini menambah deretan aktivitas investasi internal di pasar modal Indonesia pada awal tahun 2026, menyusul langkah serupa yang sebelumnya juga dilakukan oleh pengendali emiten teknologi lainnya seperti WGSH.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren