Jakarta, (BlueFindo.com) — Kabar kurang sedap datang dari emiten PT Master Print Tbk (PTMP). Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, perusahaan mencatatkan penurunan performa yang signifikan dengan membukukan rugi bersih sebesar Rp10,42 miliar,. Angka ini menunjukkan penurunan tajam atau “longsor” sebesar 201 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana saat itu perseroan masih mencatatkan laba senilai Rp10,28 miliar.

Penjualan Naik, Namun Beban Membengkak Ironisnya, kerugian ini terjadi di tengah kenaikan tipis pada sisi pendapatan. Penjualan bersih PTMP tercatat sebesar Rp97,3 miliar, tumbuh 3,72 persen dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp93,81 miliar. Namun, pertumbuhan ini tidak mampu mengompensasi pembengkakan beban pokok penjualan yang naik menjadi Rp71,71 miliar, sehingga laba kotor perusahaan menyusut menjadi Rp25,59 miliar.

Selain beban pokok, beberapa pos pengeluaran lain juga tercatat mengalami kenaikan yang menekan keuntungan perusahaan, di antaranya:

Beban Umum dan Administrasi: Membengkak menjadi Rp23,84 miliar dari sebelumnya Rp16,23 miliar.

Beban Keuangan: Naik menjadi Rp1,52 miliar dari Rp1,19 miliar.

Beban Lain-lain: Mengalami lonjakan drastis menjadi Rp12,79 miliar, padahal pada periode tahun lalu pos ini masih mencatatkan surplus sebesar Rp3,65 miliar.

Kondisi Aset dan Ekuitas Akibat dari performa yang memburuk ini, rugi per saham dasar PTMP kini berada di angka Rp28, berbanding terbalik dengan posisi tahun lalu yang masih surplus Rp1,13 juta.

Dari sisi neraca keuangan, total aset perusahaan juga mengalami penurunan (terdilusi) menjadi Rp143,77 miliar dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang mencapai Rp159,59 miliar. Penurunan ini sejalan dengan nilai ekuitas yang menyusut ke angka Rp88,17 miliar dari sebelumnya Rp99,19 miliar, sementara liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp55,59 miliar.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren