Jakarta, (BlueFindo.com) — Memasuki hari-hari pertama perdagangan di tahun 2026, panggung pasar modal Indonesia dikejutkan dengan kabar pengunduran diri salah satu petinggi emiten ban tertua di Bursa Efek Indonesia, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR). Di saat yang sama, optimisme pasar tetap terjaga dengan indeks yang terus merangkak naik menuju rekor baru.
David Edison Tampubolon Mundur dari Kursi Direksi GDYR Setelah menjabat selama kurang lebih dua tahun sejak 22 Agustus 2023, David Edison Tampubolon resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur GDYR. Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada manajemen perseroan pada 31 Desember 2025.
Sekretaris Perseroan GDYR menjelaskan bahwa pengunduran diri ini baru akan berlaku efektif setelah mendapatkan restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Meskipun kehilangan salah satu direkturnya, manajemen memastikan bahwa langkah ini tidak menimbulkan dampak signifikan maupun material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan.
Optimisme Pasar: IHSG Bidik Level 8.900 Kabar dari internal GDYR ini muncul di tengah kondisi pasar yang sedang bergairah. Pada perdagangan hari ketiga di tahun 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak positif dengan target menembus level psikologis 8.900. Beberapa sektor seperti industri (0,90%) dan properti (0.98%) menunjukkan penguatan yang cukup solid pada indeks sektoral.
Rangkuman Aksi Korporasi Lainnya Selain berita dari Goodyear, investor hari ini juga menyoroti berbagai pergerakan strategis emiten lainnya, di antaranya:
• PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Mengungkapkan aksi korporasi terbaru untuk memperkuat struktur operasionalnya.
• Morris Capital: Memulai langkah transformasi besar untuk menyulap PIPA menjadi salah satu pilar energi nasional.
• Merdeka Resources (EMAS): Mengumumkan transaksi baru yang bertujuan memperkuat fundamental perusahaan.
• Entitas Usaha DKFT: Melaporkan penarikan pinjaman sebesar Rp245 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis.
• Sektor Keuangan: Bank Indonesia terpantau melanjutkan perilisan Sukuk dengan nilai mencapai Rp3 triliun untuk menjaga stabilitas moneter.
Di sisi lain, bursa juga mencatatkan fenomena meningkatnya jumlah suspensi saham pada awal tahun 2026 ini, yang menjadi peringatan bagi investor untuk tetap selektif dalam memilih aset.





Tinggalkan komentar