Jakarta, (BlueFindo.com) — Memasuki hari perdagangan ketiga di tahun 2026, pasar modal Indonesia menunjukkan gairah yang kuat dengan optimisme tinggi dari para pelaku pasar. Berbagai aksi korporasi strategis, mulai dari pembelian saham oleh entitas asosiasi hingga transformasi bisnis energi, menjadi sorotan utama pada Senin, 5 Januari 2026,,.

Optimisme Pasar dan Target IHSG Berdasarkan data dari bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Composite menguat 0,26%. Beberapa sektor menunjukkan performa positif, seperti sektor properti yang melonjak 0,98%, sektor industri 0,90%, serta sektor energi yang naik 0,88%. Dengan tren penguatan ini, para analis menilai IHSG siap menembus level psikologis 8.900 dalam waktu dekat.

Aksi ‘Insider’ di PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) Salah satu berita paling menarik hari ini adalah aksi penambahan porsi kepemilikan saham di PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) oleh entitas terasosiasinya, 1 INTI DOT COM. Perusahaan tersebut dilaporkan merogoh kocek hingga Rp12,09 miliar untuk membeli 7,05 juta lembar saham NFCX pada harga Rp1.715 per saham,.

Manajemen NFCX menyatakan bahwa transaksi yang dilakukan pada 18 Desember 2025 ini bertujuan untuk investasi dengan kepemilikan langsung. Dampak dari aksi “serok” ini meningkatkan kepemilikan 1 INTI DOT COM menjadi 11,85 persen, dari yang sebelumnya 10,22 persen.

Manuver Emiten Raksasa dan Transformasi Bisnis Selain NFCX, sumber-sumber berita hari ini mencatat beberapa aksi penting dari emiten besar lainnya:

Morris Capital dilaporkan tengah melakukan langkah besar untuk menyulap PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menjadi salah satu pilar energi nasional.

• Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), mengungkapkan adanya aksi korporasi baru, sementara mesin uang baru miliknya, CDIA, terus mencatatkan pertumbuhan luar biasa (hyper-growth),.

PT Merdeka Resources (EMAS) dan entitas usaha PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) juga melaporkan transaksi baru, di mana entitas DKFT menarik pinjaman senilai Rp245 miliar untuk mendukung operasionalnya.

Kabar Regulator dan Perbankan Dari sisi makro dan regulasi, Bank Indonesia melanjutkan langkah strategisnya dengan merilis Sukuk senilai Rp3 triliun. Di sektor perbankan dan surat utang, BSD dikabarkan bersiap untuk melakukan pembayaran bunga obligasi dan imbal hasil sukuk senilai total Rp7,5 miliar,.

Namun, di tengah kemeriahan pasar, bursa juga memberikan catatan waspada karena jumlah suspensi saham mulai meningkat meskipun perdagangan baru berjalan tiga hari di tahun 2026. Selain itu, kabar mengejutkan datang dari PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), di mana direkturnya memutuskan untuk mundur setelah menjabat selama dua tahun.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren