Jakarta, (BlueFindo.com) — Raksasa properti dari Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mengumumkan kesiapannya untuk memanjakan para pemegang surat utangnya di awal tahun 2026. Perseroan telah mengalokasikan dana total sebesar Rp7,5 miliar guna memenuhi kewajiban pembayaran bunga obligasi dan imbal hasil sukuk.

Rincian Pembayaran dan Instrumen Berdasarkan keterangan resmi dari Sekretaris Perusahaan BSD, Ricardo Arif Dharmawan, dana tersebut akan dibagikan kepada pemegang dua instrumen keuangan berikut:

1. Obligasi Berkelanjutan III Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2022 Seri B: Total bunga yang disiapkan mencapai Rp4,9 miliar, dengan tingkat bunga setara 7,5%.

2. Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022: Total bagi hasil yang disiapkan adalah Rp2,6 miliar, dengan imbal hasil setara 7,75%.

Manajemen memastikan bahwa seluruh dana pembayaran bunga ke-15 tersebut telah ditempatkan di rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sejak tanggal 5 Januari 2026. Adapun proses pengiriman dana kepada para investor dijadwalkan berlangsung tepat pada besok, 7 Januari 2026.

Sektor Properti Menguat di Tengah Rekor IHSG Kesiapan BSD dalam memenuhi kewajiban keuangannya memberikan angin segar bagi indeks sektoral properti yang terpantau menguat 1,34%. Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Composite terus menunjukkan tajinya dengan menembus rekor baru di level 0,84%, didukung oleh penguatan masif di sektor industri (2,14%), energi (1,62%), dan teknologi (1,57%).

Dinamika Pasar Modal Awal 2026 Selain kabar dari BSD, awal tahun ini diramaikan oleh berbagai manuver strategis emiten lainnya yang telah dirangkum sebelumnya, seperti:

Transformasi PIPA: Langkah Morris Capital menyuntik aset Rp3 triliun untuk mengubah PIPA menjadi pilar energi nasional.

Suntikan Modal KAEF: Kimia Farma (KAEF) mengantongi Rp846 miliar dari Bio Farma untuk memperkuat napas operasional.

Aksi ‘Serok’ NFCX: Penambahan kepemilikan saham oleh entitas asosiasi senilai Rp12,09 miliar.

Ekspansi Tambang: Rencana akuisisi tambang Mongolia oleh NINE dan penarikan pinjaman Rp245 miliar oleh entitas Central Omega (DKFT).

Meskipun pasar sedang bergairah, otoritas bursa tetap memberikan peringatan karena jumlah suspensi saham mulai meningkat memasuki hari ketiga perdagangan di tahun 2026.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren