Jakarta, (BlueFindo.com) — Daya tarik investasi pada entitas usaha Barito Group tampaknya semakin kuat di penghujung tahun 2025. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha investasi infrastruktur yang berafiliasi dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), melaporkan lonjakan signifikan jumlah investor tepat saat pasar modal Indonesia terus mencatatkan performa gemilang,.
Pertumbuhan Pesat Investor Ritel Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dirilis pada Selasa, 6 Januari 2026, jumlah pihak yang menggenggam saham CDIA meledak dengan penambahan sebanyak 13.768 pemegang saham baru hanya dalam periode Desember 2025. Lonjakan ini membawa total pemegang saham CDIA mencapai angka 270.828 pihak pada akhir tahun lalu.
Meskipun terjadi penambahan massa investor yang masif, manajemen CDIA memastikan bahwa tidak terdapat perubahan pada komposisi pemegang saham dengan kepemilikan di atas lima persen. Hingga kini, struktur kepemilikan mayoritas masih dikuasai oleh:
• PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Sebagai pengendali dengan kepemilikan 60 persen (74,89 miliar saham),.
• Phoenix Power B.V.: Menggenggam 30 persen (37,44 miliar saham).
• Masyarakat (Publik): Memiliki porsi 9,97 persen atau setara 12,44 miliar saham dari total 124,83 miliar saham yang tercatat di bursa.
Kinerja Manajemen dan Sektor Industri Di jajaran manajemen, posisi kepemilikan saham oleh Direksi seperti Fransiskus Ruly Aryawan, Jonathan Kandinata, Merly, dan Agus Lukmanul, serta Komisaris Andre Khor Kah Hin, terpantau tetap stabil tanpa perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.
Antusiasme investor terhadap CDIA sejalan dengan gairah sektor industri di lantai bursa. Berdasarkan data pasar terbaru, Sektor Industri (IDXINDUST) mencatatkan penguatan sebesar 2,14%, sementara sektor Dasar (IDXBASIC) melonjak tajam 3,35%. Tren positif ini turut mendorong IHSG (Composite) menguat 0,84% dan kembali menembus rekor baru,.
Dinamika Pasar Modal Terkini Selain kabar pertumbuhan pemegang saham CDIA, panggung bursa hari ini juga diramaikan oleh berbagai aksi korporasi strategis lainnya, antara lain,:
1. Dividen PNGO: PT Pinago Utama Tbk mengumumkan pembagian dividen interim Rp90 per saham dengan yield mencapai 2,86%.
2. Aksi Buyback BCA: Bank Central Asia (BBCA) masih melanjutkan program pembelian kembali saham senilai Rp5 triliun.
3. Kewajiban Surat Utang: PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) bersiap mencairkan pembayaran bunga obligasi dan imbal hasil sukuk senilai total Rp7,5 miliar.
4. Stabilitas Moneter: Bank Indonesia kembali merilis instrumen Sukuk senilai Rp3 triliun untuk menjaga likuiditas pasar.
Di sisi lain, otoritas bursa mulai memberikan catatan waspada karena jumlah suspensi saham terpantau mulai meningkat meskipun perdagangan baru memasuki hari ketiga di tahun 2026.





Tinggalkan komentar