Jakarta, (BlueFindo.com) — Dinamika kepemilikan saham di lantai bursa kembali menarik perhatian investor pada pembukaan pekan pertama tahun 2026. PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), emiten yang bergerak di bidang jasa persewaan forklift, melaporkan perubahan struktur pemegang saham yang signifikan seiring dengan masuknya institusi keuangan besar ke dalam jajaran pemiliknya.

Masuknya Maybank Sekuritas dan Manuver Direktur Utama Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per 31 Desember 2025, PT Maybank Sekuritas resmi menjadi pemegang saham baru SMIL dengan porsi kepemilikan 5,13 persen atau setara 450 juta lembar saham. Masuknya institusi ini terjadi bersamaan dengan penyusutan porsi kepemilikan Direktur Utama SMIL, Hadi Suhermin.

Hadi Suhermin, yang juga merupakan pemegang saham pengendali, tercatat mengurangi kepemilikannya dari semula 50,54 persen (4,423 miliar saham) menjadi 46,99 persen (4,112 miliar saham). Perubahan ini menyebabkan porsi saham non-pengendali pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi 53,01 persen.

Likuiditas dan Performa Saham Meskipun porsi non-pengendali meningkat, perusahaan melaporkan bahwa jumlah saham publik atau free float justru menipis dari 16,98 persen pada November menjadi 15,4 persen di akhir Desember 2025. Di sisi lain, antusiasme investor ritel terhadap SMIL tampak meningkat, terlihat dari jumlah pemegang saham yang bertambah 2.777 pihak menjadi total 13.156 pemegang saham.

Pada perdagangan hari ini, 6 Januari 2026, harga saham SMIL ditutup menguat 10 poin atau 3,01 persen ke level Rp342 per saham. Namun, jika ditarik dalam rentang satu bulan terakhir, saham persewaan forklift ini masih mengalami koreksi sebesar 16,59 persen.

IHSG Kembali Tembus Rekor Baru Aksi korporasi di internal SMIL ini berlangsung di tengah gairah pasar modal Indonesia yang sangat positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Composite kembali menembus rekor baru dengan penguatan 0,84% pada hari ini. Penguatan ini didorong oleh performa gemilang sejumlah sektor, di antaranya:

Sektor Dasar (IDXBASIC): Melonjak tajam 3,35%.

Sektor Industri (IDXINDUST): Menguat 2,14%.

Sektor Energi (IDXENERGY): Naik 1,62%.

Sektor Teknologi (IDXTECHNO): Meningkat 1,57%.

Selain kabar dari SMIL, para pelaku pasar juga sedang mencermati aksi buyback saham BCA senilai Rp5 triliun yang masih berlangsung, serta kesiapan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) untuk membayar bunga obligasi dan sukuk senilai Rp7,5 miliar besok.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren