Jakarta, (BlueFindo.com) — PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) resmi memulai langkah transformasi besar di awal tahun 2026. Melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terbaru, emiten yang telah melantai di bursa sejak 2015 ini mengamankan pendanaan jumbo senilai Rp822,9 miliar untuk mendanai aksi akuisisi dua perusahaan strategis.

Pendanaan Masif dan Akuisisi Strategis MKNT menandatangani perjanjian pinjaman dengan dua pihak, yakni PT Mantra Capital Persadan (MCP) sebesar Rp154,9 miliar dan PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH) senilai Rp668 miliar. Menariknya, fasilitas pinjaman dari HBEH diberikan tanpa bunga, yang memberikan ruang likuiditas lebih longgar bagi perseroan dalam menjalankan ekspansi. Kedua pinjaman ini memiliki tenor singkat selama enam bulan hingga 30 Juni 2026.

Dana tersebut akan difokuskan untuk mengambil alih kepemilikan saham pada dua entitas berbeda:

1. PT Radja Udang Malingping (RUM): MKNT akan mengakuisisi 99,99% saham perusahaan ini dengan alokasi dana Rp154,9 miliar.

2. PT Citra Baru Steel (CBS): Perseroan juga mencaplok 99,99% saham CBS senilai Rp668 miliar dari pihak penjual, Headwell Investment Limited.

Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, menjelaskan bahwa langkah berani ini diambil untuk menjaga kesinambungan usaha serta membuka sumber pertumbuhan baru bagi fondasi bisnis perseroan di masa depan.

Optimisme di Tengah Rekor IHSG Aksi korporasi MKNT ini bertepatan dengan kondisi pasar modal yang sedang bergairah. Pada perdagangan 6 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Composite kembali mencetak rekor baru dengan penguatan 0,84%. Kekuatan pasar didorong oleh lonjakan di beberapa sektor, terutama Sektor Dasar (IDXBASIC) yang melesat 33,5% dan Sektor Industri (IDXINDUST) yang naik 2,14%.

Selain gebrakan MKNT, dinamika pasar hari ini juga diramaikan oleh beberapa kabar penting lainnya:

Aksi Korporasi Perbankan: BCA (BBCA) terpantau masih melanjutkan program buyback senilai Rp5 triliun yang telah berlangsung sejak akhir Oktober lalu.

Sektor Properti: PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menyatakan kesiapannya untuk membayar bunga obligasi dan imbal hasil sukuk sebesar Rp7,5 miliar.

Instrumen Moneter: Bank Indonesia kembali merilis Sukuk senilai Rp3 triliun untuk menjaga stabilitas pasar.

Meskipun pasar sedang dalam tren positif, otoritas bursa mulai memberikan catatan waspada seiring dengan meningkatnya jumlah suspensi saham meskipun perdagangan baru memasuki hari ketiga di tahun 2026.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren