Jakarta, (BlueFindo.com) — Kabar gembira bagi para pemburu dividen datang dari sektor industri pengolahan sawit. PT Pinago Utama Tbk. (PNGO) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk awal tahun 2026 yang diambil dari pembukuan tahun 2025. Langkah ini diumumkan di tengah kondisi pasar modal yang sedang bergairah dengan menembusnya rekor baru indeks utama.

Nilai Dividen dan Imbal Hasil (Yield) Berdasarkan hasil keputusan Direksi dan Dewan Komisaris pada 5 Januari 2026, PNGO akan menebar dividen total sebesar Rp70,31 miliar, yang setara dengan Rp90 per lembar saham. Jika merujuk pada harga penutupan saham PNGO pada Selasa (6/1) di level Rp3.150, maka potensi imbal hasil atau dividend yield yang bisa dinikmati investor mencapai kisaran 2,86 persen.

Jadwal Penting Pembagian Dividen Bagi investor yang berminat mengoleksi saham ini untuk mendapatkan dividen, berikut adalah jadwal lengkapnya berdasarkan keterbukaan informasi perseroan:

Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): Rabu, 14 Januari 2026.

Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): Kamis, 15 Januari 2026.

Daftar Pemegang Saham (Recording Date): Senin, 19 Januari 2026, pukul 16.00 WIB.

Tanggal Pembayaran Dividen: Selasa, 27 Januari 2026.

Kinerja Keuangan yang Solid Aksi korporasi ini didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat. Hingga 30 September 2025, PNGO berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp212,73 miliar. Selain itu, perseroan memiliki saldo laba ditahan yang belum dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,05 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp1,16 triliun.

Kondisi Pasar: IHSG Kembali Cetak Rekor Pembagian dividen PNGO ini bertepatan dengan momentum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Composite yang kembali menunjukkan taji dengan menguat 0,84% dan menembus rekor baru pada Selasa (6/1). Penguatan ini didorong oleh sektor-sektor unggulan seperti:

Sektor Dasar (IDXBASIC): Melonjak 3,35%.

Sektor Industri (IDXINDUST): Naik 2,14%.

Sektor Energi (IDXENERGY): Menguat 1,62%.

Dinamika Emiten Lainnya Selain PNGO, panggung bursa awal tahun ini juga diwarnai oleh berbagai aksi strategis lainnya yang patut dicermati investor:

1. BCA (BBCA): Masih melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai mencapai Rp5 triliun.

2. Bumi Serpong Damai (BSDE): Bersiap melakukan pembayaran bunga obligasi dan imbal hasil sukuk senilai Rp7,5 miliar.

3. Bank Indonesia: Kembali merilis instrumen Sukuk senilai Rp3 triliun untuk stabilitas moneter.

4. Sektor Properti: Secara umum menunjukkan penguatan sebesar 1,34% pada perdagangan hari ini.

Meskipun pasar sedang dalam tren positif, investor diingatkan untuk tetap waspada karena otoritas bursa mencatat jumlah suspensi saham mulai meningkat memasuki hari ketiga perdagangan di tahun 2026.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren