Jakarta, (BlueFindo.com) — Dinamika perubahan kepemilikan saham mewarnai langkah strategis emiten teknologi PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) di awal tahun 2026,. Berdasarkan informasi dari the sources, salah satu pemegang saham utama perseroan terpantau melakukan divestasi di tengah kondisi pasar yang sedang bergairah.

Detail Divestasi Pusaka Mas Persada Pusaka Mas Persada, yang merupakan pemegang saham utama (PSU) WGSH, resmi melepas sebagian porsi kepemilikannya sebanyak 5,2 juta lembar saham pada 5 Januari 2026. Transaksi ini dilakukan pada harga Rp250 per saham, sehingga perusahaan tersebut berhasil mengantongi dana segar senilai Rp1,30 miliar.

Aksi jual ini menyebabkan porsi kepemilikan Pusaka Mas Persada di WGSH menyusut dari 9,78 persen menjadi 9,28 persen. Manajemen WGSH menjelaskan bahwa langkah tersebut murni dilakukan untuk kepentingan strategi investasi dan menegaskan bahwa perubahan ini tidak berdampak pada kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perseroan. Pada perdagangan Rabu (7/1/2026), harga saham WGSH sendiri terpantau stagnan di level Rp282 per saham.

Kontras dengan Aksi Borong Pengendali Langkah divestasi tersebut tergolong menarik karena dilakukan tak lama setelah entitas pengendali WGSH justru memperkuat posisinya. Komisaris sekaligus Pengendali Perseroan, Ikin Wirawan, tercatat memborong 21,05 juta lembar saham WGSH pada akhir Desember 2025 dengan total nilai pembelian mencapai Rp2,95 miliar. Langkah konsolidasi oleh pengendali ini mencerminkan optimisme internal di tengah pergerakan saham perseroan.

IHSG Cetak Rekor Baru dan Dinamika BUMN Aksi korporasi di WGSH ini terjadi bersamaan dengan momentum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG/Composite) yang terus menembus rekor tertinggi baru,. Berdasarkan data dari the sources, penguatan pasar hari ini didorong oleh beberapa sektor unggulan, antara lain:

Sektor BUMN (IDXMESBUMN): Melonjak signifikan sebesar 3,42 persen.

Sektor Industri (IDXINDUST): Menguat tajam sebesar 2,40 persen.

Sektor Dasar (IDXBASIC): Naik sebesar 1,11 persen.

Selain WGSH, lantai bursa juga diramaikan oleh pengalihan saham besar-besaran dalam rangka restrukturisasi negara. BRI dan Bank Mandiri dilaporkan telah mengalihkan kepemilikan saham mereka di Danantara AM kepada BP BUMN,. Di sektor konstruksi, Danantara AM juga mengalihkan 54 juta saham ADHI kepada BP BUMN.

Sentimen pasar lainnya yang tak kalah menarik meliputi penyelesaian transaksi raksasa BTN (BBTN) senilai Rp5,56 triliun, serta aksi investor DEWA yang melepas 400 juta saham senilai Rp232,4 miliar di harga bawah,. Sementara itu, harga saham RMKO dilaporkan terbang hingga ratusan persen, yang memberikan keuntungan besar bagi pengendalinya.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren