Jakarta, (BlueFindo.com) — Manajemen PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang menyebutkan perseroan mengalami gagal bayar atau wanprestasi terhadap fasilitas perbankan. Perseroan menyatakan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak berdasar karena tidak adanya hubungan kerja sama dengan bank yang bersangkutan.
Tegaskan Tidak Punya Utang ke BSI Dalam keterangan resminya, Direktur Utama ENVY, Dato’ Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi, menyanggah kabar mengenai adanya kendala pembayaran fasilitas pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia (BSI/BRIS). Ia menegaskan bahwa perseroan tidak pernah melakukan kerja sama dan tidak memiliki utang aktif kepada BSI.
“Informasi tersebut tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya,” ujar Sopiyan. Ia menambahkan bahwa isu tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bagi pemegang saham dan investor. Secara spesifik, ENVY membantah adanya fasilitas pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah ataupun laporan gagal bayar yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Klarifikasi Angka dan Komitmen Transparansi Perseroan juga menepis rincian data yang beredar mengenai total angsuran gagal bayar senilai Rp229,41 juta serta sisa pokok utang sebesar Rp11,97 miliar. Manajemen ENVY menyatakan klaim tersebut tidak benar dan berkomitmen untuk selalu menjaga transparansi guna melindungi kepentingan investor dari informasi yang tidak akurat. Masyarakat pun diimbau agar hanya merujuk pada keterbukaan informasi resmi melalui BEI.
Dinamika Pasar Modal Hari Ini Klarifikasi dari ENVY ini muncul di tengah suasana pasar modal yang sangat aktif pada awal Januari 2026. Berdasarkan informasi dari sumber resmi, berikut adalah beberapa poin penting lainnya yang mewarnai bursa hari ini:
• IHSG Cetak Rekor: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan tak terbendung dan kembali menembus rekor tertinggi baru.
• Aksi Buyback: PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah menggelontorkan dana sebesar Rp429,99 miliar untuk membeli kembali 790,69 juta lembar sahamnya. Sementara itu, BCA (BBCA) masih melanjutkan program buyback senilai Rp5 triliun.
• Penerimaan Dana Jumbo: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) resmi mengantongi dana sebesar Rp175,91 miliar. Di sisi lain, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) juga meraup dana segar dari hasil pelepasan saham treasuri.
• Manuver Strategis Lainnya: Karya Pacific mengumumkan rencana tender sukarela saham IATA pada harga Rp99 per lembar, dan OPMS melakukan ekspansi besar dengan menambah 16 lini usaha baru.





Tinggalkan komentar