Jakarta, (BlueFindo.com) — Pasar modal Indonesia terus menunjukkan dinamika yang agresif hingga penutupan sesi 1 perdagangan hari ini, Rabu, 7 Januari 2026. Di tengah optimisme pasar, sejumlah emiten kakap mencuri perhatian melalui aksi buyback bernilai fantastis, rencana tender sukarela, hingga penerimaan dana segar dari proyek strategis nasional.

Berikut adalah rangkuman berita utama yang menggerakkan pasar hingga siang ini:

Manuver Strategis: Buyback DEWA dan Tender Offer IATA

Salah satu sorotan utama datang dari emiten jasa pertambangan Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Perseroan dilaporkan telah menyedot anggaran sebesar Rp429,99 miliar untuk melakukan pembelian kembali (buyback) sebanyak 790,69 juta lembar saham. Hingga saat ini, DEWA telah menuntaskan sekitar 45,2% dari total rencana buyback mereka, dengan sisa dana alokasi mencapai Rp520,01 miliar.

Sementara itu, PT Karya Pacific Investama mengumumkan rencana penawaran tender sukarela untuk menyerap 535,38 juta saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA). Dengan harga pelaksanaan Rp99 per saham, Karya Pacific membidik kepemilikan hingga 50,50% di emiten tambang tersebut guna memperkuat keberlanjutan usaha perseroan.

Aliran Dana Segar: PJAA dan TRIN

Kabar positif juga datang dari pengelola kawasan Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), yang resmi mengantongi dana taktis senilai Rp175,91 miliar. Dana tersebut merupakan ganti rugi atas pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Section Harbour Road II.

Di sektor properti lainnya, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) meraup dana segar Rp40,79 miliar dari pengalihan 72,19 juta lembar saham treasuri. Di sisi lain, PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melaporkan masih mengantongi sisa dana IPO sebesar Rp65,9 miliar atau 44,66% dari total hasil bersih, yang saat ini ditempatkan pada PT Sarijaya Batamsentoso.

Klarifikasi Emiten dan Dinamika Pasar

Manajemen PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) memberikan pernyataan tegas dengan membantah rumor gagal bayar terhadap fasilitas Bank Syariah Indonesia (BSI). Direktur Utama ENVY menyatakan informasi tersebut menyesatkan karena perseroan tidak memiliki utang aktif maupun hubungan kerja sama dengan BSI.

Beberapa sentimen lain yang memperkuat gairah pasar sesi 1 meliputi:

Dividen PNGO: PT Pinago Utama Tbk. (PNGO) bersiap menebar dividen interim Rp90 per saham dengan imbal hasil (yield) sekitar 2,86%.

Magnet CDIA: Jumlah pemegang saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melonjak drastis, bertambah 13.768 pihak dalam kurun waktu satu bulan.

Diversifikasi OPMS: PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) mulai melancarkan transisinya ke lini bisnis pangan (FMCG) setelah menyetujui 16 lini usaha baru.

Hingga siang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih bergerak di zona hijau, melanjutkan tren positif setelah sebelumnya berhasil menembus rekor tertinggi baru.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren