Jakarta, (BlueFindo.com) — Pengelola kawasan wisata terpadu Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), resmi mendapatkan suntikan dana taktis senilai Rp175,91 miliar. Dana segar tersebut berasal dari ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan proyek infrastruktur pemerintah yang telah dituntaskan pada 6 Januari 2026.
Detail Ganti Rugi Lahan Penerimaan dana jumbo tersebut merupakan bagian dari pengadaan tanah untuk kepentingan umum dalam proyek strategis nasional, yaitu pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Section Harbour Road II. Adapun aset yang dilepaskan oleh PJAA meliputi:
• Enam bidang tanah dengan total luas mencapai 7.185 meter persegi (m2).
• Aset fisik berupa pagar panel beton yang berada di lokasi tersebut.
Seluruh nilai ganti rugi ini telah divalidasi oleh Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Utara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku mengenai pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Manajemen PJAA menegaskan bahwa penerimaan dana ini tidak memberikan dampak material yang negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
IHSG Kembali Cetak Rekor Kabar cairnya dana PJAA ini menjadi bagian dari rentetan sentimen positif yang mewarnai pasar modal Indonesia. Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Composite kembali tak terbendung dengan menembus rekor tertinggi baru. Penguatan pasar ini didorong oleh berbagai aksi korporasi besar dari emiten-emiten lainnya.
Berdasarkan catatan pasar pada awal Januari 2026, beberapa dinamika penting lainnya meliputi:
• Aksi Buyback: PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah menyerap dana sebesar Rp429,99 miliar untuk membeli kembali 790,69 juta lembar sahamnya. Di sisi lain, BCA (BBCA) juga terpantau masih melanjutkan program buyback senilai Rp5 triliun.
• Tender Sukarela: Karya Pacific mengumumkan rencana untuk melakukan penawaran tender sukarela pada saham IATA dengan harga pelaksanaan Rp99 per lembar.
• Ekspansi Bisnis: PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) secara berani menambah 16 lini usaha baru untuk mendiversifikasi bisnisnya.
• Pertumbuhan Investor: Jumlah pemegang saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dilaporkan meledak dengan penambahan lebih dari 13 ribu investor dalam kurun waktu satu bulan.
Meskipun banyak kabar positif dari berbagai emiten, para pelaku pasar tetap diingatkan untuk cermat dalam memantau pergerakan harga, mengingat otoritas bursa mulai mencatat adanya peningkatan jumlah suspensi saham di awal tahun ini.





Tinggalkan komentar