Jakarta, (BlueFindo.com) — Dinamika pasar modal Indonesia di awal tahun 2026 semakin menarik dengan munculnya rencana aksi korporasi strategis dari entitas investasi besar. PT Karya Pacific Investama secara resmi mengumumkan rencana penawaran tender sukarela (voluntary tender offer) untuk menambah porsi kepemilikannya di emiten tambang MNC Group, PT MNC Energy Investments Tbk (IATA),.

Detail Penawaran dan Target Kepemilikan Karya Pacific Investama dilaporkan telah menyiapkan dana taktis sebesar Rp53 miliar untuk menyerap sebanyak 535,38 juta lembar saham IATA. Jumlah tersebut setara dengan 1,71 persen dari total saham perseroan, dengan harga pelaksanaan yang dipatok sebesar Rp99 per eksemplar. Penetapan harga ini dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham selama 90 hari terakhir.

Jika skenario ini berjalan mulus, Karya Pacific akan menguasai mayoritas saham IATA dengan total kepemilikan mencapai 15,79 miliar lembar atau setara 50,50 persen. Melalui langkah ini, Karya Pacific berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan usaha serta mendorong pertumbuhan positif pada pendapatan, margin, dan aset perseroan.

Komitmen Manajemen dan Karyawan Meskipun akan memperkuat posisinya sebagai pemegang saham mayoritas, Karya Pacific menegaskan bahwa mereka belum memiliki rencana untuk melakukan perubahan pada jajaran manajemen perseroan. Selain itu, pihak pembeli juga menyatakan tidak ada rencana untuk mengubah ketentuan hubungan ketenagakerjaan bagi karyawan maupun rencana untuk membawa perusahaan keluar dari bursa (go-private) setelah transaksi tuntas. Berkat aksi ini, Karya Pacific juga dikecualikan dari kewajiban untuk melaksanakan penawaran tender wajib.

Jadwal Pelaksanaan Tender Berdasarkan jadwal yang telah disusun, berikut adalah tanggal-tanggal penting bagi pemegang saham IATA:

Periode Penawaran Tender Sukarela: 5 Februari hingga 6 Maret 2026.

Penjatahan: 9 Maret 2026.

Pengembalian Saham yang Tidak Dibeli: 12 Maret 2026.

Tanggal Pembayaran: 13 Maret 2026.

Kondisi Pasar Modal Terkini Langkah besar Karya Pacific di saham IATA ini bertepatan dengan momentum IHSG yang terus melaju kencang dan kembali menembus rekor tertinggi baru. Selain IATA, panggung bursa juga diramaikan oleh berbagai aksi korporasi jumbo lainnya, seperti PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melakukan buyback saham senilai Rp429,99 miliar, serta BCA (BBCA) yang masih menjalankan program buyback senilai Rp5 triliun,.

Di sektor lain, antusiasme investor juga terlihat pada lonjakan jumlah pemegang saham CDIA yang bertambah belasan ribu dalam sebulan, serta ekspansi masif OPMS yang merambah 16 lini bisnis baru.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren