Jakarta, (BlueFindo.com) — Pasar modal Indonesia mencatatkan momentum bersejarah pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG/Composite) dilaporkan kembali menembus rekor tertinggi baru, didorong oleh penguatan signifikan di lima sektor utama. Berdasarkan data bursa, Sektor BUMN (IDXMESBUMN) melonjak tajam 3,42%, disusul oleh Sektor Industri (IDXINDUST) yang menguat 2,40% dan Sektor Dasar (IDXBASIC) sebesar 1,11%.
Berikut adalah rangkuman berita emiten dan aksi korporasi yang menjadi motor penggerak pasar hingga hari ini:
Restrukturisasi Masif: ADHI, Mandiri, dan BRI Alihkan Saham
Gelombang penguatan tata kelola BUMN ditandai dengan pengalihan kepemilikan saham negara secara administratif. PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) melaporkan pengalihan 54.087.737 lembar saham Seri B dari PT Danantara Asset Management (DAM) kepada Negara Republik Indonesia melalui Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Langkah ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, yang mewajibkan negara memiliki kepemilikan langsung minimal 1 persen pada BUMN melalui Kepala BP BUMN. Aksi serupa juga dilakukan oleh raksasa perbankan plat merah lainnya, di mana Bank Mandiri dan BRI turut mengalihkan kepemilikan mereka di Danantara AM kepada BP BUMN. Meski terjadi perpindahan tangan, Negara Republik Indonesia tetap menjadi Pemilik Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner) atas emiten-emiten tersebut.
Transaksi Jumbo dan Pergerakan Saham Spektakuler
Sektor perbankan juga dikejutkan oleh penyelesaian transaksi raksasa dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) yang menuntaskan transaksi senilai Rp5,56 triliun. Di sisi lain, investor di saham DEWA terpantau melakukan aksi lepas saham secara masif sebanyak 400 juta lembar senilai Rp232,4 miliar pada harga bawah.
Beberapa sorotan emiten lainnya meliputi:
• Cuan RMKO: Harga saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) terbang hingga ratusan persen, yang membuat pihak pengendali meraup keuntungan sekitar Rp15 miliar.
• Investasi INTA: HP Capital memperkuat cengkeramannya dengan menguasai 8,36 persen saham INTA setelah menggelontorkan dana sebesar Rp22,36 miliar.
• Efisiensi AI di IOTF: PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) membidik pertumbuhan double digit pada 2026 dengan mengandalkan penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam operasionalnya.
Fenomena Unik di Tubuh BNI
Di tengah euforia rekor IHSG, laporan registrasi efek mengungkap fakta menarik dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Tercatat bahwa tiga dari 13 anggota direksi BNI tidak menggenggam satu lembar pun saham di bank yang mereka pimpin per akhir tahun lalu.
Berdasarkan percakapan sebelumnya, situasi pasar juga dipengaruhi oleh aksi strategis lainnya seperti divestasi merek Sariwangi oleh Unilever (UNVR) senilai Rp1,5 triliun serta pencatatan obligasi perdana Summarecon (SMRA) di tahun 2026, yang menunjukkan tingginya likuiditas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal saat ini.





Tinggalkan komentar