Jakarta, (BlueFindo.com) — Dinamika pasar modal Indonesia di awal Januari 2026 terus menunjukkan pergerakan yang agresif. Tidak hanya didorong oleh capaian indeks yang gemilang, aksi korporasi berupa divestasi saham bernilai miliaran rupiah hingga program buyback jumbo menjadi motor utama penggerak bursa hari ini.

Green City Divestasi Saham KRYA Senilai Rp12 Miliar Salah satu aksi yang mencuri perhatian adalah langkah Green City SG Pte Ltd yang resmi mengurangi porsi kepemilikannya di emiten konstruksi PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA). Sang pengendali tersebut melepas 80 juta lembar saham dalam transaksi yang dipatenkan pada akhir Desember lalu.

Menariknya, transaksi ini dilakukan pada harga pelaksanaan Rp150 per eksemplar, yang mana harga tersebut 6,38 persen lebih mahal dibandingkan harga penutupan pasar saat transaksi terjadi. Melalui aksi “lego” saham ini, Green City berhasil mengemas dana segar sebesar Rp12 miliar. Akibatnya, porsi kepemilikan Green City di KRYA kini menyusut menjadi 36,20 persen dari sebelumnya 41 persen.

IHSG Tak Terbendung, Sektor Industri dan Dasar Memimpin Kabar dari KRYA tersebut mengiringi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dilaporkan kembali menembus rekor tertinggi baru. Meski secara keseluruhan indeks komposit bergerak menguat tipis 0,14%, beberapa sektor mencatatkan lonjakan signifikan yang menjadi katalis positif bagi pasar:

Sektor Industri (IDXINDUST): Menguat tajam 2,12%.

Sektor Dasar (IDXBASIC): Melonjak sebesar 2,16%.

BUMN (IDXMESBUMN): Naik signifikan hingga 2,94%.

Rangkuman Aksi Korporasi Strategis Lainnya Selain KRYA, lantai bursa hari ini dipenuhi dengan berbagai manuver emiten besar yang memperkuat likuiditas pasar:

Aksi Buyback: PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyedot dana hingga Rp429,99 miliar untuk melakukan pembelian kembali 790,69 juta lembar saham. Di saat yang sama, raksasa perbankan BCA (BBCA) juga terpantau masih melanjutkan program buyback senilai Rp5 triliun.

Suntikan Dana dan Tender: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) resmi membungkus dana sebesar Rp175,91 miliar dari ganti rugi lahan proyek pemerintah. Sementara itu, Karya Pacific mengumumkan rencana tender sukarela saham IATA pada harga Rp99 per lembar.

Pelepasan Saham Treasuri: Emiten milik ponakan Prabowo, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), turut meraup dana segar dari hasil penjualan saham treasuri di awal tahun ini.

Di sisi lain, manajemen ENVY telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk menepis isu gagal bayar yang sempat beredar, sementara PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melaporkan masih mengantongi sisa dana IPO sebesar Rp65,9 miliar yang ditempatkan sementara di Sarijaya.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren