Jakarta, (BlueFindo.com) — Emiten properti PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) resmi mendapatkan suntikan dana segar senilai Rp40,79 miliar dari hasil pengalihan saham treasuri. Langkah strategis ini dilakukan oleh emiten yang terafiliasi dengan keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati, melalui penjualan puluhan juta lembar saham hasil pembelian kembali (buyback).

Detail Penjualan dan Broker Pelaksana Berdasarkan data hingga 2 Januari 2026, TRIN telah melepas sebanyak 72,19 juta eksemplar saham treasuri dengan harga penjualan rata-rata dipatok pada level Rp964 per lembar. Dalam melancarkan aksi korporasi ini, perseroan menunjuk Mirae Asset Sekuritas sebagai fasilitator pelepasan saham.

Meskipun telah melepas sebagian besar porsinya, TRIN tercatat masih menggenggam sisa saham hasil buyback yang belum dialihkan sebanyak 126,8 juta eksemplar.

Rekam Jejak Transaksi: Dari November hingga Awal 2026 Proses pengalihan saham ini dilakukan secara bertahap dengan rincian transaksi sebagai berikut:

11 November 2025: Pelepasan 15,51 juta saham dengan harga Rp370 per lembar (Rp5,74 miliar).

4 Desember 2025: Pengalihan 1,8 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp940 per lembar (Rp1,69 miliar).

9 Desember 2025: Penjualan porsi kecil sebesar 900 ribu lembar pada harga Rp1.240 per helai (Rp1,11 miliar).

11 Desember 2025: Transaksi terbesar sebanyak 47,16 juta helai dengan harga Rp530 per saham, menyumbang dana senilai Rp24,99 miliar.

2 Januari 2026: Penjualan terminimalis sebanyak 609 ribu helai pada harga Rp1.232,48 per saham (Rp750,58 juta).

Momentum Gairah Pasar Modal Aksi korporasi yang dilakukan TRIN ini bertepatan dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menunjukkan performa impresif dan kembali menembus rekor tertinggi baru. Selain TRIN, lantai bursa juga diramaikan oleh berbagai manuver besar lainnya yang memperkuat likuiditas pasar, seperti:

Aksi Buyback: PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang menyerap 790,69 juta saham senilai Rp429,99 miliar, serta program buyback jumbo BCA senilai Rp5 triliun.

Penawaran Tender: Rencana Karya Pacific untuk melakukan tender sukarela pada saham IATA seharga Rp99 per lembar.

Penerimaan Dana Proyek: PJAA yang baru saja mengantongi ganti rugi lahan senilai Rp175,91 miliar.

Ekspansi Bisnis: OPMS yang menambah 16 lini usaha baru guna memperluas jangkauan operasionalnya.

Peningkatan jumlah pemegang saham pada emiten seperti CDIA, yang bertambah lebih dari 13 ribu pihak dalam sebulan, semakin mengukuhkan tingginya antusiasme investor di awal tahun 2026 ini.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren