Jakarta, (BlueFindo.com) — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi mengukuhkan langkah strategisnya di awal tahun 2026 dengan menuntaskan transaksi bernilai fantastis. Emiten perbankan spesialis perumahan ini telah mengeksekusi transaksi senilai Rp5,56 triliun dalam rangka transformasi unit usaha syariahnya.

Eksekusi Spin-Off dan Dominasi di BSN Transaksi jumbo tersebut berupa pengalihan hak dan kewajiban unit usaha syariah (UUS) BTN kepada Bank Syariah Nasional (BSN) yang telah dipatenkan sejak 22 Desember 2025. Langkah ini merupakan rangkaian proses panjang yang dimulai dari pengambilalihan BSN pada Juni 2025, diikuti keputusan RUPS Luar Biasa pada November 2025, hingga mengantongi persetujuan OJK pada Desember 2025.

Pasca transaksi ini, BTN resmi menjadi pemegang saham pengendali BSN dengan kepemilikan yang sangat dominan, yakni mencapai 99,99%. Secara rinci, BTN kini mendekap 6,62 miliar saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam entitas syariah tersebut.

Rapor Saham BBTN dan Proyeksi Analis Sepanjang tahun 2025, saham BBTN mencatatkan pergerakan yang fluktuatif namun berhasil ditutup dengan kenaikan tipis 3,07% dibandingkan posisi akhir 2024. Meskipun sempat menyentuh level terendah di Rp770 pada Maret 2025, saham ini sempat melesat ke level puncak Rp1.410 pada September tahun lalu.,

Hingga penutupan perdagangan hari ini, 7 Januari 2026, saham BBTN berada di level Rp1.165. Meski menunjukkan performa yang cukup stabil, para analis memberikan perkiraan harga yang cukup optimis dalam satu tahun ke depan, dengan kisaran level tertinggi mencapai Rp1.600.

IHSG Tembus Rekor dan Dinamika Emiten Lain Sentimen positif dari BTN ini muncul bersamaan dengan momentum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menembus rekor tertinggi baru. Kekuatan pasar hari ini didorong oleh penguatan tajam di sektor BUMN (IDXMESBUMN) yang melonjak 3,42% serta sektor industri yang naik 2,40%.

Selain BTN, beberapa aksi korporasi besar lainnya turut mewarnai lantai bursa:

Restrukturisasi BUMN: Seperti halnya BRI, Bank Mandiri juga mengalihkan kepemilikannya di Danantara AM kepada Badan Pengelola (BP) BUMN, termasuk pengalihan 54 juta saham ADHI.,

Cuan RMKO: Harga saham RMKO terbang hingga ratusan persen, memberikan keuntungan sekitar Rp15 miliar bagi pihak pengendalinya.

Aksi Jual DEWA: Di sisi lain, seorang investor DEWA dilaporkan melepas 400 juta saham senilai Rp232,4 miliar pada harga bawah.

Investasi INTA: HP Capital kini menguasai 8,36% saham INTA setelah menggelontorkan dana sebesar Rp22,36 miliar.

Fakta Direksi BNI: Menariknya, laporan registrasi efek mengungkap bahwa tiga dari 13 direksi BNI tercatat tidak memiliki satu lembar pun saham BBNI.

Langkah BTN dalam memisahkan unit syariahnya diharapkan menjadi katalis positif bagi perseroan untuk lebih fokus dalam pengembangan pasar perbankan syariah di Indonesia yang terus tumbuh.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren