Jakarta, (BlueFindo.com) — Dinamika besar tengah terjadi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seiring dengan langkah restrukturisasi kepemilikan saham yang dilakukan oleh raksasa perbankan plat merah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI/BBRI) secara resmi mengumumkan pengalihan sebagian kepemilikan saham mereka di PT Danantara Asset Management (Persero) kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).

Detail Pengalihan Saham BRI Berdasarkan keterbukaan informasi, BRI mengalihkan sebanyak 806.109.768 saham seri B, yang setara dengan 0,53 persen dari seluruh saham di Danantara Asset Management (AM). Aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan UU 16/2025 serta perjanjian pengalihan saham milik negara yang ditandatangani pada 5 Januari 2026.

Menariknya, saham seri B yang dialihkan tersebut nantinya akan diklasifikasikan kembali menjadi saham seri A Dwiwarna. Manajemen BRI menegaskan bahwa transaksi ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Melalui BP BUMN dan PT Danantara AM, Negara Indonesia tetap bertindak sebagai pemegang saham pengendali (Ultimate Beneficial Owner).

Langkah Serupa oleh Mandiri dan ADHI Langkah BRI ini ternyata diikuti oleh bank plat merah lainnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga dilaporkan melakukan aksi serupa dengan mengalihkan kepemilikannya di Danantara AM. Tidak hanya di sektor perbankan, konsolidasi ini juga menyentuh sektor konstruksi di mana Danantara AM terpantau mengalihkan 54 juta saham ADHI kepada BP BUMN.

IHSG Tak Terbendung di Tengah Konsolidasi Aksi restrukturisasi besar-besaran ini terjadi di saat pasar modal Indonesia sedang menunjukkan performa yang sangat impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG/Composite) terus melaju dan kembali menembus rekor tertinggi baru. Sektor BUMN menjadi penopang utama penguatan pasar dengan lonjakan IDXMESBUMN sebesar 3,42 persen. Selain itu, Sektor Industri (IDXINDUST) juga tercatat menguat tajam hingga 2,40 persen.

Sentimen Pasar Lainnya Selain berita restrukturisasi BUMN, beberapa aksi korporasi lain turut mewarnai lantai bursa:

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah menyelesaikan transaksi besar senilai Rp5,56 triliun.

• Terjadi aksi jual besar-besaran oleh investor pada saham DEWA sebanyak 400 juta lembar senilai Rp232,4 miliar di harga bawah.

• Harga saham RMKO dilaporkan terbang ratusan persen, memberikan keuntungan miliaran bagi pengendalinya.

HP Capital memperkuat posisinya dengan menguasai 8,36 persen saham INTA setelah menggelontorkan dana Rp22,36 miliar.

Berdasarkan informasi dari percakapan sebelumnya, suasana pasar juga diramaikan oleh rencana tender sukarela saham IATA oleh Karya Pacific serta divestasi merek Sariwangi oleh Unilever senilai Rp1,5 triliun kepada PT Savoria Kreasi Rasa.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren