Jakarta, (BlueFindo.com) — Pergerakan agresif saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) menjadi sorotan utama di pasar modal setelah kinerjanya meroket tajam hingga ratusan persen. Lonjakan harga yang signifikan ini dimanfaatkan oleh pemegang saham pengendali untuk merealisasikan keuntungan di tengah kondisi pasar yang sedang bergairah.

Divestasi Jumbo Pengendali RMKO Berdasarkan informasi dari the sources, pemegang saham pengendali RMKO, yakni PT RMK Investama, baru saja melakukan aksi divestasi dengan melego 60 juta lembar saham pada 2 Januari 2026. Transaksi tersebut dilakukan pada harga pelaksanaan Rp250 per saham, sehingga nilai nominal penjualan mencapai Rp15 miliar.

Tujuan utama dari pelepasan saham ini adalah untuk merealisasikan keuntungan atas kenaikan harga saham yang sangat tajam serta untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham oleh publik. Pasca transaksi, kepemilikan RMK Investama di RMKO menyusut menjadi 75,198 persen dari sebelumnya 79,998 persen. Sebagai catatan, saham RMKO saat ini masih dalam status suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2 Januari 2026, dengan harga perdagangan terakhir di level Rp464. Sebelum suspensi, saham ini telah mencatatkan kenaikan luar biasa hingga 217,81 persen secara year-on-year.

IHSG Terus Cetak Rekor dan Gairah Sektor BUMN Aksi ambil untung di RMKO ini terjadi bertepatan dengan momentum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menembus rekor tertinggi baru. Berdasarkan data dari the sources, laju indeks didorong oleh penguatan di lima sektor utama, di antaranya:

Sektor BUMN (IDXMESBUMN): Melonjak signifikan sebesar 3,42 persen.

Sektor Industri (IDXINDUST): Menguat tajam sebesar 2,40 persen.

Sektor Dasar (IDXBASIC): Naik sebesar 1,11 persen.

Dinamika Korporasi Lainnya Selain RMKO, lantai bursa diramaikan oleh sejumlah aksi korporasi besar lainnya sebagaimana dilaporkan oleh the sources:

1. Restrukturisasi Perbankan: Bank Mandiri dan BRI kompak melakukan pengalihan kepemilikan saham mereka di Danantara Asset Management (AM) kepada Badan Pengelola (BP) BUMN sebagai bagian dari langkah restrukturisasi negara.

2. Transaksi Raksasa BTN: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) baru saja menuntaskan transaksi senilai Rp5,56 triliun.

3. Investasi HP Capital: Perusahaan ini menggelontorkan dana Rp22,36 miliar untuk menguasai 8,36 persen saham INTA.

4. Aksi Jual DEWA: Berlawanan dengan tren akumulasi, seorang investor DEWA justru melepas 400 juta saham senilai Rp232,4 miliar pada harga bawah.

Di sisi lain, laporan registrasi efek mengungkap fakta unik di mana tiga dari 13 direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tercatat tidak menggenggam satu lembar pun saham di bank yang mereka pimpin tersebut.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren