Jakarta, (BlueFindo.com) — Gerbong restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus bergerak cepat di awal tahun 2026. Menyusul langkah strategis yang sebelumnya dilakukan oleh Bank BRI, kini PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi mengumumkan pengalihan kepemilikan sahamnya di PT Danantara Asset Management (AM) kepada Badan Pengelola (BP) BUMN,.
Detail Pengalihan Saham Mandiri dan BRI Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Bank Mandiri telah mengalihkan sebanyak 485.333.332 saham seri B atau setara dengan 0,52 persen kepemilikan di Danantara AM kepada BP BUMN. Transaksi ini nantinya akan diikuti dengan klasifikasi kembali saham tersebut menjadi saham seri A Dwiwarna.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang BUMN. Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI/BBRI) telah lebih dulu melakukan langkah serupa dengan mengalihkan 806.109.768 saham seri B (sekitar 0,53 persen) di Danantara AM kepada otoritas yang sama,. Pihak manajemen menegaskan bahwa pengalihan ini tidak memberikan dampak material terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan karena Negara Indonesia tetap bertindak sebagai Pemilik Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner) melalui kepemilikan tidak langsung,.
IHSG Terus Melaju di Tengah Konsolidasi Aksi korporasi berskala besar ini terjadi di tengah sentimen pasar yang sangat positif, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan terus melaju dan kembali menembus rekor tertinggi baru. Kekuatan pasar hari ini didorong oleh setidaknya lima sektor utama yang menjadi penopang indeks.
Selain restrukturisasi saham perbankan, sejumlah aksi korporasi penting lainnya turut mewarnai lantai bursa hingga sore hari ini:
• Aset Sektoral: Danantara AM terpantau mengalihkan 54 juta saham ADHI kepada BP BUMN.
• Transaksi Jumbo BTN: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengumumkan penyelesaian transaksi bernilai fantastis sebesar Rp5,56 triliun.
• Divestasi dan Investasi: Investor saham DEWA dilaporkan melepas 400 juta lembar saham senilai Rp232,4 miliar di harga bawah. Di sisi lain, HP Capital memperkuat posisinya dengan menguasai 8,36 persen saham INTA setelah menggelontorkan dana Rp22,36 miliar.
• Fenomena Direksi BNI: Menariknya, laporan registrasi efek menunjukkan bahwa tiga dari 13 direksi BBNI tercatat tidak memiliki satu lembar pun saham di bank yang mereka pimpin tersebut.
• Sektor Energi: Harga saham RMKO terbang hingga ratusan persen, yang memberikan keuntungan bagi pengendalinya sekitar Rp15 miliar.
Berdasarkan percakapan kita sebelumnya, situasi pasar juga diramaikan oleh berita divestasi merek Sariwangi oleh Unilever (UNVR) senilai Rp1,5 triliun serta pencatatan obligasi perdana Summarecon (SMRA) di tahun 2026. Anda mungkin ingin memverifikasi kembali perkembangan terkini dari transaksi-transaksi tersebut secara terpisah.





Tinggalkan komentar