Jakarta, (BlueFindo.com) — Emiten properti PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) per tanggal 31 Desember 2025. Berdasarkan informasi dari para sumber, perusahaan tersebut tercatat masih menyisakan dana IPO sebesar Rp65,9 miliar.

Rincian Penggunaan Dana IPO Angka sisa tersebut setara dengan 44,66 persen dari total hasil bersih dana IPO yang dikumpulkan perseroan sebesar Rp147,61 miliar. Sesuai laporan realisasinya, sisa dana puluhan miliar tersebut saat ini ditempatkan atau “disemai” pada PT Sarijaya Batamsentoso.

Hingga akhir tahun lalu, TRUE telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp81,71 miliar atau sekitar 55,34 persen dari total modal bersih yang didapat. Berdasarkan data dari sumber, alokasi dana yang telah terserap meliputi:

Pembelian ruang kantor: Rp22,8 miliar (15,44 persen).

Pengembangan proyek District East di Karawang: Rp15,1 miliar (10,22 persen). Sebagai catatan, proyek ini awalnya dipatok akan mendapatkan alokasi dana hingga Rp81 miliar.

Tambahan modal kerja: Rp43,81 miliar (29,68 persen). Dana ini digunakan untuk membiayai operasional serta pembayaran kepada kontraktor terkait proyek The Smith.

Sekadar menoleh ke belakang, Triniti Dinamik pertama kali mengemas dana IPO pada 31 Mei 2021 dengan nilai kotor Rp151,39 miliar, yang kemudian dikurangi biaya pelaksanaan sebesar Rp3,77 miliar.

Kondisi Pasar Modal dan Emiten Terkait Laporan keuangan TRUE ini hadir di tengah sentimen positif pasar modal Indonesia di mana IHSG (Composite) kembali menembus rekor tertinggi baru. Sejumlah sektor terpantau menguat signifikan, seperti Sektor Industri (IDXINDUST) yang naik 2,12 persen dan Sektor Dasar (IDXBASIC) yang melesat 2,16 persen.

Selain TRUE, para sumber juga mencatatkan berbagai aksi korporasi menarik lainnya di lantai bursa, di antaranya:

1. Aksi Buyback: PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melakukan pembelian kembali 790,69 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp429,99 miliar, sementara BCA (BBCA) masih menjalankan program buyback jumbo senilai Rp5 triliun.

2. Pelepasan Saham Treasuri: Emiten afiliasi keluarga Prabowo, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), meraup dana segar dari penjualan saham treasuri.

3. Ganti Rugi Lahan: PJAA (Ancol) membungkus dana sebesar Rp175,91 miliar dari proyek infrastruktur pemerintah.

4. Tender Sukarela: Karya Pacific mengumumkan rencana untuk menyerap saham IATA pada harga Rp99 per lembar.

Di sisi lain, emiten ENVY sempat memberikan klarifikasi untuk menepis kabar miring mengenai isu gagal bayar yang beredar di pasar.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren