Jakarta, (BlueFindo.com) — Raksasa konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membuat gebrakan besar dengan resmi mengumumkan penjualan segmen bisnis teh legendarisnya, “Sariwangi”. Langkah divestasi ini dilakukan di tengah kondisi pasar modal Indonesia yang sedang bergairah, ditandai dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG/Composite) yang terus menembus rekor tertinggi baru,.
Detail Penjualan di Atas Harga Pasar UNVR telah menandatangani Perjanjian Pengalihan Bisnis pada 6 Januari 2026 untuk menjual merek Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, sebuah pihak yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan,. Nilai transaksi yang disepakati mencapai Rp1,5 triliun (di luar pajak). Angka ini menarik perhatian pelaku pasar karena berada di atas nilai pasar independen yang ditetapkan sebesar Rp1,488 triliun.
Meskipun nilai transaksi tersebut setara dengan 45 persen dari ekuitas perseroan per September 2025, manajemen menegaskan bahwa pelepasan ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham. Hal ini dikarenakan kontribusi Sariwangi terhadap total aset UNVR hanya sebesar 2,5 persen, dengan sumbangsih laba bersih hanya 3,1 persen dari laba konsolidasi. Tujuan utama dari aksi ini adalah agar UNVR dapat berfokus pada bisnis inti guna meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang.
Profil Pembeli: Pemilik Brand FOX’S dan YUZU Pembeli merek Sariwangi, PT Savoria Kreasi Rasa, merupakan perusahaan makanan dan minuman yang berdiri sejak 2016. Savoria dikenal melalui merek-merek populer seperti FOX’S™, YUZU®, KRIZZI™, dan POPSTAR®. Perusahaan ini memiliki fasilitas produksi modern di Tangerang dan Bogor yang didukung oleh laboratorium terakreditasi dan pasokan air segar dari pegunungan.
Dinamika Pasar Modal 7 Januari 2026 Aksi UNVR ini melengkapi sederet peristiwa besar yang mewarnai bursa hingga sesi perdagangan hari ini. Berdasarkan pantauan data pasar, beberapa sektor menunjukkan penguatan signifikan, terutama Sektor Industri (IDXINDUST) yang naik 2,40% dan BUMN (IDXMESBUMN) yang melonjak 3,42%.
Beberapa kabar pasar lainnya yang menjadi sorotan meliputi:
• Restrukturisasi BUMN: Terjadi pengalihan saham besar-besaran dari Danantara AM kepada BP BUMN, melibatkan saham-saham blue chip seperti ADHI, BBNI (BNI), BMRI (Mandiri), dan BBRI (BRI),.
• Aksi Korporasi Perbankan: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah menuntaskan transaksi raksasa senilai Rp5,56 triliun.
• Manuver Grup Bakrie: Di saat PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melakukan buyback besar-besaran, salah satu investor justru melepas 400 juta saham DEWA senilai Rp232,4 miliar di harga bawah.
• Instrumen Baru: Summarecon (SMRA) resmi menjadi emiten pertama yang mencatatkan obligasi di tahun 2026 dengan total target penghimpunan dana Rp500 miliar.
• Klarifikasi ENVY: Perseroan membantah keras rumor gagal bayar kepada BSI dan menegaskan tidak memiliki hubungan utang dengan bank tersebut.





Tinggalkan komentar