Jakarta, (BlueFindo.com) — Emiten produsen minuman beralkohol, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), tengah menyusun strategi ekspansi global besar-besaran untuk memacu pertumbuhan kinerja pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025, dengan pasar ekspor sebagai kontributor utama.

Menyasar Pasar Internasional di Tengah Tantangan Domestik

Keputusan untuk fokus pada pasar internasional didorong oleh kondisi pasar domestik yang saat ini masih menghadapi tantangan berupa lemahnya daya beli dan perlambatan konsumsi,. Direktur Utama Lovina Beach Brewery, Bona Budhisurya, mengungkapkan bahwa pasar internasional menawarkan ruang pertumbuhan yang lebih luas, terutama untuk kategori produk premium dan minuman siap saji (ready to drink),.

Sebagai bagian dari strategi ini, perusahaan telah menjalin kemitraan strategis dengan beberapa pihak luar negeri, termasuk penandatanganan nota kesepahaman dengan Evergrowth Investment Pte Ltd dan Letter of Intent dengan Naoyoshi Co., Ltd., sebuah perusahaan distribusi di Jepang,. Jepang dinilai sebagai pasar potensial bagi produk kategori RTD yang memiliki pertumbuhan stabil di Asia Pasifik.

Inovasi Produk Berbasis Bahan Lokal Bali

Untuk mendukung ambisi global tersebut, STRK memperkenalkan tiga produk andalan yang dirancang sesuai preferensi konsumen internasional:

1. COCO BALI: Minuman segmen ready to drink (RTD) yang menggunakan bahan baku kelapa kopyor serta agave dari Nusa Penida, Bali. Produk ini menyasar tren global konsumen muda yang menginginkan minuman dengan kadar gula dan alkohol lebih rendah.

2. CLARISSA dan LIBARRON: Minuman alkohol segmen premium yang ditujukan untuk pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Meksiko,.

Perusahaan memproyeksikan bahwa pada tahap awal, komposisi pendapatan akan didominasi oleh ekspor sebesar 60 persen, sementara pasar domestik berkontribusi sebesar 40 persen. Angka ini berpotensi berubah seiring dengan terealisasinya kontrak-kontrak internasional di masa depan.

Peningkatan Kapasitas Produksi dan Tenaga Kerja Lokal

Guna memenuhi permintaan pasar luar negeri, STRK berencana meningkatkan kapasitas produksi di fasilitas mereka yang berlokasi di Singaraja, Bali. Saat ini, kapasitas produksi berada di angka 3.000 botol per jam dan ditargetkan akan meningkat secara bertahap hingga mencapai 20.000 botol per jam.

Menariknya, dalam jangka pendek, perseroan memilih untuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja lokal dibandingkan melakukan investasi besar pada otomatisasi mesin. Pendekatan ini diambil agar perusahaan tetap dapat melibatkan komunitas lokal sembari meningkatkan volume produksi. Sebagai catatan, sepanjang tahun 2024, Lovina berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp29,8 miliar.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren