Jakarta, (BlueFindo.com)Manuver Dapen Bank Jateng di Saham YOII Dana Pensiun (Dapen) Bank Jateng dilaporkan kembali melakukan aksi jual saham pada emiten PT Asuransi Digital Bersama Tbk. (YOII),. Berdasarkan data transaksi per 6 Januari 2026, lembaga tersebut melepas 13,87 juta lembar saham pada harga pelaksanaan Rp122 per saham. Melalui aksi divestasi ini, Dapen Bank Jateng berhasil meraup dana segar sebesar Rp1,69 miliar.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari aksi profit taking sebelumnya pada 5 Januari 2026, di mana mereka melepas 8,29 juta saham pada harga Rp120 per lembar. Akibatnya, timbunan saham YOII dalam genggaman Dapen Bank Jateng menyusut menjadi 291,96 juta lembar atau setara 8,52 persen, berkurang dari posisi sebelumnya yang mencapai 8,92 persen,.

Sentimen Regulasi dan Tekanan Harga Saham Aksi ambil untung ini berdampak langsung pada performa saham YOII di lantai bursa. Saham perseroan sempat ditutup tersungkur 3,48 persen ke level Rp111. Tekanan ini terjadi seiring dengan perhatian investor terhadap implementasi POJK No. 23 Tahun 2023. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan asuransi konvensional untuk memenuhi ekuitas minimum sebesar Rp250 miliar paling lambat pada 31 Desember 2026. Ketentuan ini diprediksi akan memicu berbagai aksi korporasi dan turbulensi harga saham di sektor asuransi sepanjang tahun ini bagi emiten yang belum memenuhi syarat tersebut.

Review Pasar: Eksplorasi Tambang hingga Restrukturisasi BUMN Di tengah fluktuasi saham asuransi, sektor lain menunjukkan aktivitas yang progresif sebagaimana dilaporkan dalam the sources:

Eksplorasi Sektor Tambang: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengucurkan dana sebesar Rp27,15 miliar untuk kegiatan eksplorasi. Langkah serupa diambil oleh Resource Alam (KKGI) dengan anggaran US2,86jutadan∗∗ValeIndonesia∗∗sebesarUS347 ribu.

Sektor Penggerak IHSG: Penguatan IHSG hari ini ditopang oleh Sektor Properti (IDXPROPERT) yang melonjak 1,47 persen, Sektor Konsumer Non-Siklikal (IDXNONCYC) naik 1,23 persen, dan Sektor Energi (IDXENERGY) menguat 1,02 persen.

Aksi Korporasi Besar: Berdasarkan catatan percakapan sebelumnya, pasar masih merespons positif transaksi jumbo BTN senilai Rp5,56 triliun serta restrukturisasi saham Garuda Indonesia (GIAA) yang melibatkan pengalihan saham senilai Rp1,71 triliun kepada BP BUMN.

Di sisi lain, bursa masih memberikan catatan waspada dengan adanya enam saham yang digembok (suspensi) dan beberapa saham lainnya yang terjebak dalam tren Auto Rejection Bawah (ARB).


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren