Jakarta, (BlueFindo.com) — Emiten jasa transportasi logistik dan bahan kimia berbahaya, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU), resmi menuntaskan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement) senilai Rp61,35 miliar,. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperbaiki struktur keuangan perseroan melalui skema konversi utang menjadi saham.

Restrukturisasi Utang dan Perubahan Kendali Dalam aksi ini, SDMU melepas 1,11 miliar saham baru seri B dengan harga pelaksanaan Rp55 per lembar. Seluruh saham baru tersebut diterbitkan untuk mengonversi utang perseroan kepada Tjoe Mien Sasminto (TMS). Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, utang tersebut berakar dari fasilitas kredit Bank Permata sejak tahun 2012 yang kemudian dialihkan melalui beberapa pihak hingga jatuh ke tangan TMS pada akhir 2023,.

Pasca transaksi ini, peta kepemilikan saham SDMU mengalami perubahan signifikan:

Tjoe Mien Sasminto kini memperkuat posisinya sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 68,92 persen.

• Kepemilikan Asabri menyusut tajam (terdilusi) menjadi 9,11 persen dari sebelumnya 18,06 persen.

Struktur Modal Menguat Drastis Manfaat utama dari konversi utang ini adalah penguatan fundamental keuangan perusahaan yang sangat impresif. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) SDMU dilaporkan anjlok drastis menjadi 58,59 persen, dari posisi sebelumnya yang sangat tinggi yaitu 517,56 persen. Selain itu, rasio total aset terhadap kewajiban jangka pendek juga membaik secara signifikan menjadi 95,86 persen. Dengan berkurangnya beban bunga, profitabilitas perseroan diharapkan dapat meningkat di masa mendatang.

IHSG Menuju Level Psikologis 9.000 Kabar positif dari SDMU ini bertepatan dengan momentum historis di pasar modal Indonesia. Pada sesi I perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG/Composite) dilaporkan nyaris menembus level 9.000. Pergerakan ini melanjutkan tren rekor tertinggi baru yang telah dicapai pada hari sebelumnya, sebagaimana tercatat dalam riwayat percakapan kita mengenai performa agresif sektor BUMN dan industri.

Pada hari ini, penguatan pasar juga didorong oleh kinerja sektoral yang bervariasi:

Sektor Transportasi (IDXTRANS), tempat SDMU bernaung, tercatat menguat 0.63%.

Sektor Konsumer Non-Siklikal (IDXNONCYC) memimpin penguatan sebesar 1.38%.

Sektor Properti (IDXPROPERT) juga naik signifikan sebesar 1.45%.

Aksi korporasi SDMU ini menambah deretan dinamika pasar yang sebelumnya telah diramaikan oleh transaksi triliunan BTN, rencana penggunaan AI oleh IOTF, serta restrukturisasi besar-besaran di tubuh perbankan plat merah seperti BRI dan Bank Mandiri.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren