Jakarta, (BlueFindo.com) — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), yang melakukan penataan ulang struktur kepemilikan saham senilai triliunan rupiah.
Restrukturisasi Saham GIAA dan Dana Taktis Rp1,71 Triliun Berdasarkan informasi dalam sumber, Danantara Asset Management (Danantara AM) resmi mengurangi porsi kepemilikannya di Garuda Indonesia dengan melepas 3,74 miliar lembar saham. Transaksi besar ini telah dipatenkan pada 5 Januari 2026 dengan harga pelaksanaan Rp459 per saham, sehingga Danantara AM berhasil mengemas dana taktis mencapai Rp1,71 triliun.
Pengalihan saham ini dilakukan kepada Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) guna memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025. Pasca transaksi tersebut, komposisi pemegang saham Garuda Indonesia kini mencakup:
• Danantara AM: 370,9 miliar saham (91,11%).
• Negara Republik Indonesia (melalui BP BUMN): 3,74 miliar saham (0,92%).
• Trans Airways: 7,31 miliar lembar.
• Publik: 25,11 miliar lembar.
Sektor Properti dan Energi Pimpin Penguatan IHSG Kenaikan IHSG yang hampir menembus angka 9.000 pada hari ini didorong oleh performa kuat di beberapa sektor utama. Tiga sektor yang menjadi “tulang punggung” penguatan pada sesi I adalah:
• Sektor Properti (IDXPROPERT): Menguat signifikan sebesar 1,48%.
• Sektor Konsumer Non-Siklikal (IDXNONCYC): Naik 1,29%.
• Sektor Energi (IDXENERGY): Tumbuh 0,97%.
Dinamika Pasar: Dari Konversi Utang hingga Ekspansi AI Berdasarkan riwayat percakapan kita dan informasi dalam sumber, geliat pasar hari ini juga diwarnai oleh aksi korporasi penting lainnya. Selain restrukturisasi di tubuh GIAA, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) baru saja menuntaskan konversi utang menjadi saham senilai Rp61,35 miliar yang berhasil memangkas rasio utang (DER) mereka dari 517% menjadi hanya 58%.
Di sisi lain, sektor infrastruktur dan teknologi tetap kompetitif dengan rencana PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) yang mulai mengimplementasikan kecerdasan buatan (AI) untuk mendongkrak produktivitas di tahun 2026. Namun, investor tetap perlu waspada karena terdapat beberapa saham yang masih terkena suspensi bursa atau mengalami penurunan tajam (ARB) di tengah euforia indeks.





Tinggalkan komentar