Jakarta, (BlueFindo.com) — Laju pasar modal Indonesia hingga siang hari ini, Kamis (8/1/2026), menunjukkan dinamika yang sangat menarik dengan berbagai sentimen yang memengaruhi pergerakan emiten. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Sesi I terpantau bergerak perkasa hingga nyaris menyentuh level 9.000, didorong oleh penguatan di tiga sektor utama.
Berikut adalah rangkuman berita berdasarkan sentimen hingga siang hari ini:
Sentimen Positif: Ekspansi dan Optimisme Produksi
Sejumlah emiten sektor energi dan konsumsi melaporkan perkembangan bisnis yang menjanjikan:
• PT MNC Energy Investments Tbk (IATA): Perseroan resmi memulai operasional tambang melalui “1st Digging Ceremony” di Musi Banyuasin. Bekerja sama dengan KPP Mining (anak usaha United Tractors), IATA menargetkan produksi awal sebesar 3 juta metric ton (MT) pada 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp5 triliun untuk jangka waktu lima tahun.
• Geliat Eksplorasi Tambang: Tiga emiten tambang besar melaporkan penyerapan anggaran yang masif untuk mencari cadangan baru. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengucurkan US2,86juta∗∗hinggaDesember2025.Sementaraitu,∗∗PTBukitAsamTbk(PTBA)∗∗menyerap∗∗Rp27,15miliar∗∗untukeksplorasikuartalIV2025,dan∗∗PTValeIndonesiaTbk(INCO)∗∗menghabiskan∗∗US347.877 pada Desember 2025 untuk pengeboran di wilayah Sulawesi dan Tenggara.
• Strategi Global STRK: PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) menargetkan 60 persen pendapatan dari pasar ekspor pada 2026 dengan meluncurkan produk inovatif seperti COCO BALI. Perusahaan juga berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 20.000 botol per jam secara bertahap.
• Lonjakan Saham NCKL: Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) mencatatkan kenaikan luar biasa sebesar 23,35 persen dalam lima hari terakhir, mencapai posisi Rp1.400.
Sentimen Netral: Aksi Divestasi Strategis
Meskipun harga saham NCKL melonjak, raksasa komoditas Glencore International Ltd memilih untuk melucuti sebagian kepemilikannya. Glencore mendivestasi 18,28 juta lembar saham secara bertahap pada awal Januari 2026, yang membuat porsi kepemilikannya menyusut dari 7,19 persen menjadi 7,16 persen. Langkah ini dipandang sebagai aksi ambil untung strategis di tengah apresiasi harga saham yang signifikan.
Sentimen Negatif: Mundurnya Pimpinan dan Tantangan Makro
Sektor perbankan dan kondisi pasar domestik menghadapi tantangan tersendiri:
• Resignasi di Bank Woori Saudara (SDRA): Kabar kurang baik datang dari BWS, di mana Presiden Direktur Kim Eungchul resmi mengundurkan diri. Perseroan akan segera menggelar RUPSLB pada 30 Januari 2026 untuk merespons perubahan kepemimpinan ini.
• Daya Beli Domestik: Lemahnya daya beli dan perlambatan konsumsi di pasar lokal masih menjadi tantangan serius bagi emiten sektor konsumsi seperti STRK, yang memaksa mereka untuk lebih agresif membidik pasar luar negeri.
• Saham Terpapar UMA: Di sisi lain, terdapat berita mengenai dua dari empat saham yang terpapar UMA (Unusual Market Activity) terus mengalami penurunan hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).




Tinggalkan komentar