Jakarta, (BlueFindo.com)Aksi Korporasi dan Dana Taktis Wismilak Emiten produsen rokok, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), menjadi salah satu sorotan utama setelah berhasil mengantongi dana taktis senilai Rp29,66 miliar. Dana segar tersebut diperoleh dari hasil penjualan saham treasuri sebanyak 14,93 juta eksemplar. Dari total tersebut, perusahaan telah menuntaskan pengalihan 11,13 juta lembar saham hasil buyback pada periode akhir Desember 2025 dengan harga rata-rata Rp1.500 per lembar, yang menyumbang dana sebesar Rp16,69 miliar.

Hingga saat ini, WIIM masih menyisakan sekitar 12,97 juta helai saham treasuri yang belum dialihkan. Sesuai rencana, perseroan menjadwalkan pengalihan total 24,1 juta saham hasil pembelian kembali tersebut dalam periode hingga 5 Oktober 2026.

Performa Saham yang Fantastis Sejalan dengan aksi korporasinya, harga saham WIIM di lantai bursa terpantau sangat agresif. Pada perdagangan Rabu (7/1/2026), saham WIIM meroket 7,53 persen ke level Rp1.785 per helai. Jika menilik ke belakang, performa saham ini telah melambung fantastis sebesar 121,74 persen dalam enam bulan terakhir, dari posisi Rp805 pada Juli 2025.

Kondisi Sektoral dan Kabar Emiten Lain Melesatnya IHSG ke level tertinggi hari ini didorong oleh penguatan di tiga sektor utama, yaitu:

Sektor Properti (IDXPROPERT): Menguat signifikan sebesar 1,45 persen.

Sektor Konsumer Non-Siklikal (IDXNONCYC): Naik 1,19 persen.

Sektor Energi (IDXENERGY): Tumbuh 0,95 persen.

Selain WIIM, aktivitas di sektor tambang juga cukup dinamis dengan adanya agenda eksplorasi. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaporkan telah menyedot dana sebesar Rp27,15 miliar untuk eksplorasi, sementara Resource Alam (KKGI) mengucurkan dana US2,86jutadanValeIndonesiasebesarUS347 ribu,. Di sisi makro, cadangan devisa Indonesia per akhir 2025 tercatat tetap kokoh di posisi USD 156,5 miliar.

Berdasarkan percakapan sebelumnya, situasi optimis ini juga didukung oleh restrukturisasi besar-besaran di tubuh BUMN seperti pengalihan saham Garuda Indonesia (GIAA) ke BP BUMN serta transaksi triliunan rupiah oleh Bank BTN. Namun, bursa tetap memberikan peringatan dengan adanya enam saham yang masih digembok (suspensi) dan beberapa saham lainnya yang masuk dalam radar pengawasan (Unusual Market Activity).


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren