Jakarta, (BlueFindo.com) — Arus modal asing terpantau mengalir keluar secara masif dari pasar modal Indonesia dalam kurun waktu tiga hari terakhir, terhitung sejak 19 hingga 21 Januari 2026. Berdasarkan data pasar, total aliran dana asing yang meninggalkan bursa Tanah Air mencapai nilai fantastis, yakni Rp 2,71 triliun.

Saham BBCA Menjadi Target Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang menerima tekanan jual terbesar dari investor mancanegara. Berdasarkan informasi dari sumber yang tersedia, net foreign sell pada saham bank milik grup Djarum tersebut menembus angka Rp 2,44 triliun, jauh melampaui saham-saham lainnya,.

Tekanan jual yang bertubi-tubi ini berdampak signifikan pada pergerakan harga sahamnya. Selama periode tersebut, harga saham BBCA terkoreksi sebesar 4,94%. Pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026), BBCA berakhir di level 7.700, turun 300 poin atau 3,75%, yang merupakan pelemahan paling dalam di antara deretan bank besar (big banks) lainnya.

Analisis Teknikal dan Potensi Pelemahan Lanjutan Secara teknikal, posisi BBCA saat ini cukup rawan karena telah keluar dari area konsolidasinya di rentang 8.000–8.100. Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan angka di kisaran 33, yang berarti saham ini sedang mendekati area jenuh jual (oversold). Kondisi ini mencerminkan bahwa pelemahan harga dalam jangka pendek kemungkinan besar masih akan berlanjut.

BUMI dan Saham Unggulan Lainnya Turut Dilepas Selain BBCA, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati posisi kedua dalam daftar saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai net sell sebesar Rp 1,25 triliun. Harga saham BUMI sendiri tercatat merosot 5,85% dalam kurun waktu tiga hari tersebut.

Berikut adalah daftar beberapa saham dengan aksi jual bersih asing terbesar pada periode 19–21 Januari 2026:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp 2,44 triliun.

2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp 1,25 triliun.

3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp 285,8 miliar.

4. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp 208,1 miliar.

5. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) – Rp 189,5 miliar.

Fenomena net sell ini menunjukkan adanya sentimen negatif atau penyesuaian portofolio oleh investor global terhadap pasar ekuitas Indonesia di awal tahun 2026 ini,.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren