Jakarta, (BlueFindo.com) — Emiten hiburan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), melalui unit usahanya Folago Pictures, secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di Indonesia,. Perusahaan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) untuk melakukan investasi bersama (co-investment) dalam lebih dari 10 proyek film layar lebar sepanjang tahun 2026,.
Kolaborasi Strategis dengan Raksasa Sinema Langkah besar ini melibatkan deretan studio ternama dan para tokoh utama di industri perfilman tanah air. Beberapa mitra strategis yang bergabung dalam kolaborasi ini antara lain:
• Visinema Pictures (Angga Dwimas Sasongko).
• MVP Pictures (Raam Punjabi & Vikas Chand Sharma).
• Tiger Wong Entertainment (Baim Wong).
• KUY STUDIO (Sean Gelael).
• VMS Pictures (Tony Ramesh).
Penandatanganan yang berlangsung di Ritz-Carlton Kuningan tersebut menegaskan posisi IRSX sebagai entertainment industry powerhouse yang berperan sebagai mitra penyedia modal (trusted capital), distribusi, dan skala bisnis bagi industri kreatif nasional.
Strategi Bisnis dan Target Pertumbuhan 200% Dengan menggunakan pendekatan co-investment yang bersifat asset-light, Folago memposisikan dirinya bukan sebagai kompetitor kreatif, melainkan sebagai platform hiburan terdiversifikasi yang mengalokasikan modal dan berbagi risiko,. Melalui strategi ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 200% sekaligus menciptakan pipa konten jangka menengah yang lebih berkelanjutan.
Direktur Utama IRSX, Subioto Jingga, menekankan bahwa Folago hadir untuk mendukung para studio dan kreator dengan menyediakan struktur bisnis dan akses distribusi agar setiap proyek dapat tumbuh secara berkelanjutan. “Ini bukan taruhan pada satu konten, melainkan pembangunan platform hiburan jangka panjang,” tegasnya.
Optimalisasi Monetisasi Lintas Kanal Melalui struktur kerja sama ini, IRSX membuka berbagai jalur monetisasi yang luas, tidak terbatas hanya pada penayangan di bioskop. Jalur pendapatan tersebut mencakup:
1. Pendapatan box office.
2. Hak distribusi domestik dan internasional.
3. Lisensi untuk platform OTT (Over-the-Top).
4. Integrasi merek (brand integration).
Integrasi antara film, hiburan langsung (live entertainment), konten digital, serta teknologi dalam satu ekosistem ini diharapkan dapat menciptakan arus pendapatan berulang (recurring revenue),. Jika eksekusi proyek ini berjalan konsisten, strategi tersebut berpotensi mempercepat pertumbuhan pendapatan sekaligus membuka ruang bagi kenaikan valuasi saham IRSX di pasar modal.




Tinggalkan komentar