Jakarta, BFI – PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), produsen Semen Merah Putih, optimis tumbuh dua kali lipat dari rata-rata industri semen Indonesia tahun ini.
“Kita targetkan pertumbuhan 2 kali lipat dari prediksi market,” kata Surindro Kalbu Adi, Director of Commercial and Logistics Semen Merah Putih, pada peluncuran Beton Injeksi Karbon Jumat lalu (31/1).
Surindro menambahkan, pertumbuhan didukung strategi CMNT seperti ekspansi dan hilirisasi.
Untuk ekspansi, CMNT masih menjajaki rencana di berbagai lokasi. “Ada beberapa lokasi yang kita lihat, dalam proses. Mungkin tidak tahun ini; mungkin dua tahun lagi,” katanya.
Tahun lalu, CMNT membuka dua terminal baru di Dumai dan Medan.
CMNT mengaku produksi semen sudah mencapai kapasitas penuh dan tengah optimalisasi. “Asosiasi Semen Indonesia proyeksikan market tahun ini sekitar 2%, jadi Semen Merah Putih akan tumbuh sekitar 4-5%,” jelas Surindro.
Di sisi hilir, CMNT akan memacu kinerja lewat produk beton dan precast. “Batching plant, kita pastikan iya. Pertumbuhan kita cukup agresif tahun ini, sudah masuk roadmap,” tambah Surindro.
Seperti diberitakan IDN Financials Jumat lalu (31/1), Beton Merah Putih (BMP), anak usaha CMNT, memperkenalkan produk baru untuk konstruksi hijau, yaitu beton dengan teknologi carbon injection.
Dengan investasi sekitar Rp3 miliar untuk teknologi injeksi karbon pada 3 batching plant tahun ini, BMP rencanakan memiliki hingga 9 batching plant berteknologi carbon injection pada tahun 2026.




