Jakarta, (BlueFindo.com) — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten raksasa milik konglomerat Prajogo Pangestu, baru saja mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat struktur operasional anak usahanya di penghujung tahun,. Melalui aksi korporasi terbarunya, TPIA berhasil mengamankan aliran dana segar untuk mendukung ekspansi internal perusahaan.
Optimalisasi Aset Melalui Penjualan Peralatan Emiten asuhan Prajogo Pangestu ini mengantongi dana taktis senilai Rp84 miliar yang diperoleh dari penjualan sejumlah aset peralatan kepada entitas anaknya, yaitu Wastewater Solution Indonesia (WSI). Transaksi jual beli ini telah resmi diteken pada 31 Desember 2025.
Aset-aset yang dialihkan dalam transaksi tersebut meliputi berbagai peralatan teknis operasional, di antaranya adalah tangki, kapal, mesin, SKIDS, serta peralatan pendukung lainnya. Langkah ini diambil karena manajemen menilai WSI memiliki pengalaman, sumber daya, dan keahlian yang memadai di bidang solusi kimia, energi, serta infrastruktur.
Sinergi Afiliasi dan Ekspansi Masa Depan Pihak TPIA menyatakan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi usaha dalam grup. Dengan optimalisasi peralatan tersebut, diharapkan WSI dapat melakukan pengembangan dan ekspansi bisnis secara lebih agresif di masa mendatang.
Mengingat adanya hubungan kepemilikan dan kepengurusan yang sama antara TPIA dan WSI, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan dalam POJK 42/2020.
Optimisme Pasar di Awal Tahun Kabar mengenai dana segar TPIA ini muncul di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah bergairah. Pasar modal Indonesia diprediksi siap menembus level 8.900 seiring dengan banyaknya aksi korporasi strategis yang dilakukan oleh emiten-emiten besar di awal tahun 2026 ini.
Selain langkah TPIA, pasar juga diramaikan oleh berita dari emiten lain seperti rencana Morris Capital menyulap PIPA menjadi pilar energi nasional serta pengungkapan transaksi baru oleh Merdeka Resources (EMAS).





Tinggalkan komentar