Jakarta, (BlueFindo.com) — Danantara Aset Management (DAM) secara resmi telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di PT PP (PTPP) melalui transaksi pengalihan jutaan lembar saham. Langkah ini mengakibatkan kepemilikan saham Danantara di emiten konstruksi tersebut menyusut sebesar 0,51 persen.
Berdasarkan data yang dirilis, Danantara Aset Management telah mengalihkan sebanyak 31,61 juta eksemplar saham PTPP pada tanggal 6 Januari 2026. Transaksi pengalihan ini dilakukan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp100 per lembar, sehingga Danantara berhasil mengantongi dana taktis senilai Rp3,16 miliar.
Dengan tuntasnya transaksi tersebut, timbunan saham milik Danantara Aset Management di PTPP kini tercatat sebanyak 3,13 miliar lembar atau setara dengan 50,49 persen. Sebelumnya, entitas ini menguasai sekitar 51 persen saham atau sebanyak 3,16 miliar helai.
Peralihan ke BP BUMN Di sisi lain, porsi kepemilikan Negara Republik Indonesia justru mengalami peningkatan melalui BP BUMN,. Koleksi saham negara kini melesat menjadi 31,61 juta eksemplar (0,51 persen), dari yang sebelumnya hanya memiliki 1 lembar saham saja.
Pengalihan saham dari Danantara AM kepada BP BUMN ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur mengenai perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pergerakan Saham PTPP di Pasar Di tengah aksi korporasi pengalihan saham ini, kinerja saham PTPP di bursa menunjukkan tren positif. Pada akhir pekan lalu, harga saham PTPP ditutup menguat 10 poin atau naik 2,48 persen ke level Rp414.
Jika ditarik lebih jauh, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham PTPP telah mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,29 persen atau melonjak 58 poin dari posisi Rp356 pada 12 Desember 2025 yang lalu. Kondisi ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode yang sama (12 Januari 2026) terpantau parkir di level 8.947 pada sesi siang.





Tinggalkan komentar