Jakarta, (BlueFindo.com) — PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), emiten tambang nikel yang berada di bawah naungan Garibaldi ‘Boy’ Thohir, mendapatkan penilaian positif terkait instrumen utangnya. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) resmi menetapkan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi III Tahun 2025 Seri A yang diterbitkan oleh perseroan.
Jatuh Tempo April 2026 Berdasarkan keterangan tertulis dari analis Pefindo, obligasi MBMA dengan nilai pokok mencapai Rp824,95 miliar ini dijadwalkan akan jatuh tempo pada 22 April 2026. Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan yang kuat untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
Strategi Pelunasan dan Kondisi Kas Menghadapi masa jatuh tempo tersebut, manajemen MBMA dilaporkan telah menyiapkan strategi pelunasan yang matang. Perseroan berencana menggunakan skema kombinasi yang bersumber dari dana internal serta pendanaan dari pihak ketiga.
Langkah ini didukung oleh posisi likuiditas perusahaan yang tergolong solid. Hingga posisi akhir November 2025, MBMA tercatat mengantongi:
• Kas dan setara kas sebesar USD 177 juta.
• Fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) yang belum ditarik senilai USD 140 juta.
Ruang Pendanaan yang Memadai Pihak Pefindo menilai bahwa ketersediaan kas yang melimpah serta akses pendanaan yang terbuka lebar memberikan ruang yang sangat memadai bagi MBMA. Dengan demikian, perseroan diyakini mampu memenuhi kewajiban jatuh tempo obligasinya sekaligus tetap menjaga kelancaran pendanaan untuk kebutuhan operasional sehari-hari.
Aksi korporasi ini mempertegas posisi MBMA di pasar modal sebagai salah satu pemain di sektor baterai kendaraan listrik yang memiliki manajemen keuangan yang terjaga di tengah dinamika industri tambang saat ini,.





Tinggalkan komentar