- Powered by
- WordPress
-
Mengapa PT PP Properti (PPRO) Masih Disuspensi oleh BEI?
PT PP Properti Tbk (PPRO) masih mengalami suspensi perdagangan oleh BEI akibat ketidakmampuan memenuhi kewajiban cicilan kepada kreditur dalam proses PKPU. Suspensi ini terkait dengan keterlambatan pembayaran bunga obligasi senilai Rp4,33 miliar yang jatuh tempo pada 14 Januari 2025. BEI mengingatkan pentingnya transparansi informasi.
-
Allo Bank Indonesia Raih Rp4,8 Triliun dari PUT III
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengumumkan bahwa dana hasil PUT III mencapai Rp4,8 triliun, dengan 85% digunakan untuk pembiayaan kredit. Sisanya, 10% untuk pengembangan IT dan 5% untuk operasional. BBHI memproyeksikan pertumbuhan kredit minimal 10% pada 2025, sesuai analisis potensi dan tantangan.
-
CASH Laksanakan MESOP Tahap I: Manfaat bagi Karyawan
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) akan melaksanakan MESOP Tahap I pada 22-31 Januari 2025, dengan 35,77 juta hak opsi saham seharga Rp67 per lembar, totalnya Rp2,39 miliar. Saham CASH tercatat Rp72 pada 15 Januari 2025, dengan struktur kepemilikan 30,47% saham pengendali dan 69,53% nonpengendali.
-
Dana IPO BEER untuk Renovasi dan Produksi Baru
PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) akan mengalihkan dana IPO untuk menyewa pabrik di Jawa Tengah dan meminta persetujuan pemegang saham. Hingga Juni 2024, BEER telah menggunakan Rp152,35 miliar untuk modal kerja dan membeli tanah. Perusahaan juga merencanakan peluncuran minuman anggur baru pada 2025.
-
PURI Targetkan Omzet Rp1,5 Triliun dari Proyek Apartemen Batam
PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) diproyeksikan meraih omzet Rp332 miliar dari penjualan empat tower apartemen di Batam hingga akhir 2024. Proyek The Monde City menarik minat investor berkat lokasinya. PURI targetkan total omzet Rp1,5 triliun dan fokus menyelesaikan Phase 1 dengan target Rp514 miliar pada 2025.
-
BEI Cabut Suspensi Saham UANG: Dampaknya Bagi Investor
Harga saham PT Pakuan Tbk (UANG) turun Rp25 menjadi Rp600 setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi transaksi pada 15 Januari. Saham dibuka pada Rp625 sebelum melemah; dua hari sebelumnya, ditutup pada Rp625 setelah mengalami penurunan dari Rp735. Suspensi diberlakukan sejak 29 Oktober 2024 karena ketidakpatuhan laporan keuangan.
-
Review Saham RATU: Lonjakan Harga dan Analisis P/E Ratio
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) akibat lonjakan harga yang signifikan. Saham ini naik lebih dari 200% sejak IPO dengan harga awal Rp1.150, mencapai Rp4.330. Lonjakan menyebabkan P/E Ratio RATU sebesar 34,06, jauh di atas rata-rata sektor.
-
Kemitraan Bancassurance Sun Life dan CIMB Niaga hingga 2039
PT Sun Life Financial Indonesia dan PT Bank CIMB Niaga Tbk meresmikan kemitraan bancassurance hingga 2039 untuk menyediakan solusi finansial terpadu dan meningkatkan kesadaran akan asuransi. Kolaborasi ini didorong oleh fokus masyarakat pada kesehatan setelah pandemi, bertujuan memberdayakan individu mencapai tujuan finansial seumur hidup mencakup inovasi digital dan literasi keuangan.
-
INET Menggunakan 80% Dana IPO untuk Modal Kerja
Jakarta, BFI – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyampaikan realisasi penggunaan dana IPO per 31 Desember 2024. Emiten ini merealisasikan dana IPO terbesar untuk modal kerja entitas anak, Rp120 miliar. Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan bahwa Perseroan memperoleh hasil IPO efektif tanggal 24 Juli 2023 sebesar Rp151,5 miliar. Setelah memperhitungkan biaya sebesar…
-
Lautan Luas Buyback Saham Rp14,28 Miliar
Lautan Luas (LTLS) melakukan buyback saham senilai Rp14,28 miliar, membeli 14,26 juta saham dari 1 Juli hingga 31 Desember 2024. Pembelian terbesar terjadi pada 12 November, mencakup 1,53 juta saham. Laporan ini disusun untuk memenuhi peraturan OJK No 29 tahun 2023 tentang pembelian kembali saham perusahaan terbuka.
-
MR D.I.Y: Dana IPO Rp410,2 Miliar dan Rencana Pembayaran Utang
MR D.I.Y (MDIY) memiliki dana Rp410,2 miliar setelah IPO, yang ditempatkan di bank dengan bunga 5,75 persen per tahun. Dari dana IPO sebesar Rp415,64 miliar, Rp246,12 miliar akan digunakan untuk membayar utang kepada Bank CIMB Niaga, serta beberapa pinjaman lainnya dengan rincian berbeda.
-
Medco Energi Injeksi Modal USD435 Juta
Medco Energi menginjeksi modal sebesar USD435,28 juta kepada Medco Bell Pte. Ltd. melalui perjanjian pinjam meminjam tanpa bunga yang berlaku hingga dilunasi. Pinjaman ini digunakan untuk tender, pembiayaan kembali, dan pembayaran utang MBL. Transaksi ini tidak berdampak pada kondisi keuangan perseroan dan operasi berjalan normal.
-
Multipolar Jual 37,5 Juta Saham MLPT
Multipolar (MLPL) mengurangi kepemilikan sahamnya di Multipolar Technology (MLPT) dengan melepas 37,5 juta saham pada 10 Januari 2025, menghasilkan Rp300 miliar dengan harga Rp8.000 per saham. Kepemilikan saham menurun sekitar 2 persen menjadi 1,59 miliar, kata Natalie Lie, Corporate Secretary Multipolar.
-
Suspensi Saham PP Properti: Apa Penyebab dan Dampaknya?
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyuspensi saham PP Properti untuk melindungi investor kecil dan menjaga pasar. Suspensi berlaku sejak 15 Oktober 2024 karena penundaan pembayaran bunga obligasi. PP Properti berencana menyusun proposal perdamaian dengan progres 75 persen, diharapkan selesai pada kuartal pertama 2025.