JAKARTA, 1 Januari 2025 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyatakan optimisme tinggi dalam menyongsong tahun 2026. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, meyakini bahwa kinerja perseroan akan terus meningkat seiring dengan proses transformasi menyeluruh yang tengah berjalan.

Hery menjelaskan bahwa transformasi ini telah dilakukan selama lebih dari delapan bulan dan diprediksi akan memberikan dampak yang lebih signifikan pada periode 2026-2027. “Harapannya BRI bisa take-off dan larinya akan lebih kencang dibandingkan dengan sebelumnya,” ujar Hery dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Fokus pada Efisiensi dan UMKM Salah satu pilar utama dari pergerakan ini adalah program BRIVolution Reignite yang diluncurkan pada Juli 2025. Program ini dirancang untuk membawa BRI ke fase pertumbuhan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berfokus pada nasabah (customer centric).

Beberapa poin strategis dalam transformasi ini meliputi:

Perbaikan Struktur Pendanaan: Fokus pada peningkatan rasio dana murah guna menekan biaya dana (cost of fund).

Penguatan Kredit: Terus memperbaiki kualitas penyaluran kredit di segmen mikro, konsumen, usaha kecil dan menengah (UKM), serta komersial.

Peningkatan Operasional & SDM: Meliputi pembenahan kualitas layanan, pembaharuan sistem manajemen talenta, serta penguatan sistem data dan teknologi.

Rebranding untuk Relevansi Masa Depan Sebagai bagian dari agenda besar tersebut, BRI juga melakukan Corporate Rebranding pada 16 Desember 2025. Langkah ini bukan sekadar perubahan identitas visual, melainkan refleksi dari perubahan cara berpikir dan bekerja untuk tetap relevan dengan dinamika digital tanpa meninggalkan akar ekonomi kerakyatan.

Hery menekankan bahwa perubahan budaya kerja dan mindset adalah kunci utama untuk mendorong kinerja perusahaan secara optimal. Oleh karena itu, ia menyarankan para investor untuk melihat saham BBRI sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.

“Rebranding ini mencerminkan bagaimana BRI menghadirkan nilai bagi nasabah, pelaku UMKM, dan perekonomian nasional secara lebih inklusif,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Blue Finance Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren