Powered by
WordPress
  • Laba Bersih NISP Naik 19% di 2024

    PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat kinerja keuangan solid di tahun 2024, dengan laba bersih tumbuh 19% menjadi Rp4,9 triliun. Pendapatan bunga bersih meningkat 11%, sementara beban CKPN turun 87%. DPK mencapai Rp205,93 triliun, total aset naik 13%, dan kualitas aset terjaga dengan NPL stabil.

  • Mitra Investindo Dukung Hilirisasi Pasir Kuarsa untuk Solar Panel

    Mitra Investindo (MITI) mendukung hilirisasi pasir kuarsa untuk produksi solar panel melalui anak usahanya, Nusantara Bina Silika (BNS). BNS telah memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi seluas 2.042,03 hektare di Kendawangan, Kalimantan Barat, dan berencana memulai produksi pada akhir 2026 untuk meningkatkan kemandirian industri photovoltaic.

  • Chengdong Investment Corp Kurangi Saham Bumi Resources

    Chengdong Investment Corp dari Tiongkok telah mengurangi kepemilikan saham Bumi Resources sebanyak 193,07 juta lembar melalui enam transaksi yang difasilitasi oleh Bank HSBC Indonesia. Setelah penjualan, kepemilikan sahamnya turun menjadi 38,81 miliar atau 10,45 persen, dari sebelumnya 39,04 miliar atau 10,51 persen.

  • Humpuss Maritim Alokasikan USD39,57 Juta untuk Pengadaan 10 Kapal

    Humpuss Maritim (HUMI) akan menginvestasikan USD39,57 juta untuk pengadaan 10 kapal pada 2025, termasuk 4 Oil & Chemical Tanker, 5 Tugboat, dan 1 PSV. Pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Pengadaan bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam penyediaan bahan bakar nabati dan meningkatkan angkutan methanol.

  • SRAJ Targetkan Rp350 Miliar Modal Kerja untuk Pengembangan Rumah Sakit 2025

    Sejahteraraya (SRAJ) berencana menginvestasikan Rp350 miliar untuk modal kerja pada 2025, mendukung pembangunan rumah sakit baru dan perluasan di beberapa lokasi. Saat ini, SRAJ memiliki tujuh rumah sakit dan menargetkan 10-12 di kota besar. Pendapatan diproyeksikan tumbuh di atas 20 persen pada 2024.

  • GTS Internasional Umumkan Pembayaran Dividen Interim 2024

    PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp1,5 per lembar, total Rp23,72 miliar, yang dibayarkan pada 30 Januari 2025. GTSI mencatat pendapatan usaha USD23,71 juta pada kuartal III/2024, naik 39,53% dari tahun lalu, dengan laba bersih USD6,07 juta.

  • Laporan Keuangan MMLP Kuartal III-2024: Pendapatan Turun

    PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) mencatat pendapatan Rp257,11 miliar hingga kuartal III-2024, turun dari Rp261,30 miliar tahun lalu. Laba periode berjalan meningkat signifikan menjadi Rp226,61 miliar, meskipun beban perusahaan naik menjadi Rp107,10 miliar. Total liabilitas dan aset juga mengalami penurunan hingga September 2024.

  • Perintis Triniti Properti Dapat Suntikan Modal Rp25 Miliar

    Perintis Triniti Properti (TRIN) menerima modal Rp25 miliar dari Bank Mandiri untuk fasilitas kredit yang ditandatangani pada 24 Januari 2025. Dengan suku bunga 10 persen per tahun dan durasi 23 bulan, kredit ini akan mendukung biaya operasional dan pembangunan proyek Sequoia Hills di Bogor, tanpa dampak negatif bagi perusahaan.

  • Pembayaran Obligasi TPIA Jatuh Tempo pada Februari 2025

    PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan melunasi obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2020 senilai Rp750 miliar yang jatuh tempo pada 12 Februari 2025. Pembayaran akan dilakukan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sesuai ketentuan yang berlaku. Obligasi ini diterbitkan pada 13 Februari 2020 dengan jangka waktu lima tahun.

  • Dewi Irianty Tambah Saham BOBA: Transaksi Terbaru di 2025

    Dewi Irianty Wijaya meningkatkan kepemilikan sahamnya di Formosa Ingredient Factory (BOBA) dengan membeli 218.500 lembar pada 9 Januari 2025, dengan total biaya Rp39,33-40,42 juta. Setelah pembelian, sahamnya naik menjadi 66,68 juta lembar atau 5,77 persen, dari sebelumnya 66,46 juta lembar atau 5,75 persen.

  • Transaksi Saham Unilever Indonesia Senilai Rp4,24 Miliar

    Wati Kumaedi became a shareholder of Unilever Indonesia (UNVR) by acquiring 2.48 million shares, valued at approximately Rp4.24 billion, inherited from Kumaedi. Share ownership change was reported on January 22, 2025, amid declining stock prices, which have dropped 31.30% in the past six months to Rp1,690 per share.

  • Laba Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Turun 24% di 2024

    Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) mencatat laba Rp177,79 miliar pada 2024, turun 24% dari tahun sebelumnya. Pendapatan usaha mencapai Rp1,26 triliun, sedikit menurun. Laba bersih dan laba per saham juga mengalami penurunan. Meskipun demikian, total ekuitas meningkat menjadi Rp1,73 triliun, sementara total liabilitas menurun.

  • MYOH Optimalkan Produksi Batu Bara hingga 6 Juta Ton di 2025

    PT Samindo Resources Tbk (MYOH) menargetkan produksi batuan penutup batu bara sebesar 35 juta BCM dan 6 juta ton coal getting pada 2025. Corporate Secretary MYOH, Ahmad Zaki, menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan adaptasi terhadap tantangan industri, dengan alokasi capex sebesar 13 juta dolar AS untuk pengoptimalan operasional.

  • BNI Targetkan Pertumbuhan Kredit 8-10% di 2025

    PT Bank Negara Indonesia (BNI) menargetkan pertumbuhan kredit segmen korporasi dan konsumer sebesar 8-10 persen pada 2025, didorong oleh peluang di sektor komunikasi, infrastruktur, dan perindustrian. Pertumbuhan kredit konsumer akan berfokus pada produk seperti payroll dan mortgage, optimis meskipun ada kenaikan PPN, diiringi penurunan BI Rate.