- Powered by
- WordPress
-
Tok! Sumber Mas Konstruksi (SMKM) Teken Transaksi Jumbo USD 100 Juta, Siap Geber Proyek Besar
PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) telah menandatangani perjanjian transaksi senilai USD 100 juta untuk pendanaan proyek dan ekspansi bisnis di 2026. Kesepakatan ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan perusahaan dan meningkatkan struktur modal kerja, meningkatkan minat investor terhadap saham SMKM.
-
Radiant Ruby Ungkap Progres Caplok Agung Menjangan (AMMS), Negosiasi Masuki Babak Akhir
Proses akuisisi PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) oleh Radiant Ruby Company Ltd memasuki tahap finalisasi. Negosiasi mengenai syarat transaksi sedang berlangsung. Volatilitas saham AMMS tinggi, dengan investor menunggu harga tender offer. Penyelesaian bergantung pada persetujuan OJK dan RUPS, manajemen mengingatkan hati-hati dalam investasi.
-
Bayang-Bayang Dilusi Jumbo Rights Issue, Saham CBRE Lanjut Tertekan di Zona Merah
Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) terus menurun di tengah ketidakpastian pasar setelah rencana Rights Issue yang besar. Penutupan harga saham pada 23 Desember 2025 adalah Rp1.030, turun 1,44%. Analis mencatat risiko dilusi kepemilikan dan kinerja keuangan yang belum membaik sebagai penyebab utama kekhawatiran investor.
-
Ganti Nama Jadi MNC Tourism, Saham KPIG Mulai Dilirik Jelang Libur Natal
Pada 23 Desember 2025, saham PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) mengalami kenaikan 1,47% menjadi Rp138, dipicu oleh sentimen libur Natal dan Tahun Baru serta rebranding perusahaan. Kinerja kuartal III-2025 menunjukkan laba bersih Rp612,1 miliar, meningkatkan optimisme investor. Proyek di MNC Lido City juga mendukung prospek positif saham.
-
Analisis Kenaikan Saham HEAL: Sinyal Rebound di 2026
Saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) naik 2,19% pada 22 Desember 2025, mencapai Rp1.400, setelah manajemen, dr. Hasmoro, mengakumulasi 2,81 juta lembar saham. Kenaikan ini memicu sentimen positif di pasar, terkait harapan perbaikan kinerja dan ekspansi rumah sakit baru, meski sebelumnya saham mengalami penurunan.
-
TRIN Memasuki Fase Transformasi Besar
Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 4,79% menjadi Rp795 pada 22 Desember 2025, meskipun ada sentimen positif dari masuknya keluarga Djojohadikusumo sebagai pemegang saham. Analis menyebutkan penurunan wajar akibat profit taking. TRIN merencanakan diversifikasi bisnis untuk memperkuat fundamental menjelang 2026.
-
Saham PIPA Turun di Tengah Lonjakan IHSG: Apa Alasannya?
Pada 22 Desember 2025, saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) turun 5,00% menjadi Rp228, meskipun sektor energi mengalami kenaikan. Penurunan ini dianggap sebagai aksi ambil untung pasca lonjakan harga sebelumnya. Meskipun fundamental PIPA membaik, investor menunggu konsolidasi sebelum memutuskan. Rencana Rights Issue juga diantisipasi untuk masa depan.
-
Saham SUPA Turun 14,63%
Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) merosot 14,63% pada 22 Desember 2025 setelah euforia IPO yang membawa harga tinggi sebelumnya. Penurunan dianggap wajar akibat aksi ambil untung, meskipun fundamental bank tetap solid. Indeks pasar secara umum lebih kuat, dengan investor asing aktif membeli saham.
-
UBS Jual Saham Bumi Resources: Apa yang Terjadi?
UBS Group AG telah mengurangi kepemilikan sahamnya di Bumi Resources dengan menjual 105,42 juta saham seharga Rp108,26 per lembar pada 11 September 2025. Penjualan ini menghasilkan sekitar Rp11,41 miliar dan menurunkan kepemilikan UBS dari 7,02% menjadi 6,99%, bertujuan untuk lindung nilai derivatif klien.
-
Garuda Maintenance: Aset Rp5,66 Triliun untuk Optimalkan Bisnis MRO
Garuda Maintenance (GMFI) akan melaksanakan right issue untuk menerbitkan hingga 124,26 miliar saham baru guna meningkatkan modal. Angkasa Pura Indonesia (API) akan menyetor aset senilai Rp5,66 triliun untuk menjadi pemegang saham terbesar, meskipun Garuda Indonesia tetap sebagai pengendali. Tujuannya adalah restrukturisasi dan perbaikan keuangan serta operasional GMFI.
-
Target Aset BTN Capai Rp500 Triliun pada 2025
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimis aset akan mencapai Rp500 triliun pada akhir 2025, didukung pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang kuat. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menekankan pertumbuhan solid di segmen KPR dan Kredit Usaha Rakyat. BTN Syariah juga menunjukkan peningkatan laba dan pembiayaan yang signifikan.
-
PMTHMETD: Pengaruh Dilusi Saham bagi Pemegang Saham DEWA
Emiten jasa tambang Bakrie akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 18.833.700.452 saham Seri B, dengan tujuan mengonversi utang dan memperbaiki struktur permodalan. Dalam RUPSLB pada 13 Februari 2025, pemegang saham akan menyetujui rencana tersebut, yang berpotensi mendilusi kepemilikan lama sebesar 46,29%.
-
PTPP Rampungkan Pembangunan Kawasan IT Center BRI Ragunan Lebih Cepat
PTPP is supporting national development and digitalization through the construction of the BRI Ragunan IT Center. With a contract value of Rp517 billion, the project is set to be completed in 600 days and currently shows a progress of 15.84%. It aims to enhance technology innovation and green building initiatives in Indonesia.
-
Laba Bersih ISAT 2024 Naik 10% Menjadi Rp4,91 Triliun
PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat laba bersih Rp4,91 triliun pada 2024, meningkat 10% dari tahun sebelumnya. Pendapatan juga tumbuh 9,09% menjadi Rp55,88 triliun, didorong oleh segmen selular. Beban perusahaan naik 10,5%, dipicu oleh peningkatan biaya operasional dan pemasaran.