- Powered by
- WordPress
-
Saham BBCA Tertekan Net Sell Rp 2,44 Triliun
Arus modal asing keluar dari pasar modal Indonesia secara signifikan dalam tiga hari, mencapai Rp 2,71 triliun. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami tekanan jual tertinggi, dengan net foreign sell Rp 2,44 triliun dan penurunan harga saham 4,94%. Sentimen negatif terhadap ekuitas Indonesia terlihat dari pelepasan saham lainnya juga.
-
Transaksi Jumbo Rp 6,91 Triliun Guncang Saham BUMI: Treasure Global dan CIC Kompak Lepas Kepemilikan
Struktur kepemilikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berubah setelah Treasure Global Investments Limited (TGIL) menjual 18,1 miliar saham pada harga Rp380 per saham, merosot hak suara dari 8,08% menjadi 3,18%. Chengdong Investment Corporation juga melakukan divestasi, mengurangi kepemilikan dari 5,99% menjadi 4,99%. Saham BUMI mengalami penurunan signifikan.
-
BWPT Milik Peter Sondakh Tetapkan Formasi Baru hingga 2030
PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) melakukan restrukturisasi besar-besaran pada jajaran pengurus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Januari 2026. Semua anggota Dewan Komisaris dan Direksi diubah, dengan pengangkatan pengurus baru untuk masa jabatan hingga 2030, di tengah fluktuasi pasar saham.
-
Perluas Gurita Bisnis, Era Graharealty (IPAC) Resmi Bentuk Anak Usaha Properti Baru di Bogor
PT Era Graharealty Tbk. (IPAC) mengumumkan pendirian anak usaha baru, PT Fajar Makmur Sukses, untuk memperluas bisnis real estate. Anak usaha ini berbasis di Bogor dengan modal dasar Rp1 miliar. IPAC menguasai 51 persen saham, sementara sisanya dimiliki beberapa individu. Pembentukan ini dinyatakan tidak berdampak negatif pada IPAC.
-
INTP Tarik 165 Juta Saham Treasury Lewat Pengurangan Modal, Porsi Publik Tetap “Jumbo”
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengumumkan penarikan kembali 165.628.900 saham hasil buyback sebagai langkah pengurangan modal. Sisa 84.529.400 saham treasury belum ditentukan strategi pengalihannya. Selain itu, INTP melanjutkan buyback terbaru dengan akumulasi 210.492.400 saham. Struktur kepemilikan tetap stabil dengan Heidelberg Materials AG memegang 53,4 persen saham.
-
Aksi Divestasi Harga Premium! Pengendali Bank JTrust (BCIC) Raup Rp272 Miliar, Saham Justru Terbang 29 Persen
PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC), yang dikendalikan oleh J Trust Co Ltd, berhasil melakukan divestasi dengan menjual 878,37 juta lembar saham senilai Rp272,29 miliar pada harga premium Rp310 per saham. Meskipun biasanya aksi jual memberikan sentimen negatif, pasar merespons positif dengan kenaikan harga saham BCIC sebesar 29,03 persen.
-
Potensi “Cuan” Melimpah! Sinarmas Sekuritas Patok Target Harga Saham RMKE Tembus Rp10.000
PT RMK Energy Tbk (RMKE) menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di pasar modal, dengan rekomendasi beli dari Sinarmas Sekuritas. Analisis lapangan mengungkapkan kapasitas infrastruktur yang belum terpakai, memudahkan peningkatan volume batu bara. Dukungan regulasi memperkuat posisi strategis RMKE, mendukung target pertumbuhan yang ambisius hingga 2027.
-
Dapen Bank Jateng Kembali Lepas Saham YOII, Jumlah Pemegang Saham Justru Melonjak 15 Persen!
Dana Pensiun Bank Jateng terus melakukan divestasi saham PT Asuransi Digital (YOII) dengan menjual 500 ribu lembar saham pada harga Rp112, mengurangi kepemilikan menjadi 8,5 persen. Meski demikian, minat investor meningkat, terlihat dari lonjakan pemegang saham sebanyak 15,64 persen menjadi 2.180. Pasar modal tetap fluktuatif.
-
Danantara Tuntaskan Pengalihan 31,61 Juta Saham PTPP ke BP BUMN demi Mandat Undang-Undang
Danantara Aset Management (DAM) mengurangi kepemilikan saham di PT PP (PTPP) sebesar 0,51 persen dengan mengalihkan 31,61 juta lembar saham. Hasil transaksi senilai Rp3,16 miliar menjadikan total kepemilikan DAM di PTPP menjadi 50,49 persen. Sementara, kepemilikan negara melalui BP BUMN meningkat berkat pengalihan ini.
-
Genggam Rp1,3 Triliun dari BRI, PP Presisi (PPRE) Siap Pacu Proyek Lewat Anak Usaha
PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mendapatkan pinjaman sebesar Rp1,3 triliun dari Bank Rakyat Indonesia untuk anak usahanya, PT Lancarjaya Mandiri Abadi. Pinjaman ini akan memperkuat keuangan LMA, mendukung proyek yang sedang berjalan, dan rencana proyek baru. Jaminan pinjaman mencapai Rp1,45 triliun.
-
Geger! MKNT Raih Pinjaman Rp822 Miliar untuk Caplok Dua Perusahaan
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) tengah menarik perhatian pasar setelah mengumumkan restrukturisasi dan mendapatkan pinjaman Rp822,92 miliar untuk akuisisi PT Citra Baru Steel dan PT Radja Udang Mallingping. Dengan total 7.385 pemegang saham, MKNT berupaya memperbaiki kondisi fundamentalnya melalui langkah strategis ini.
-
Prediksi Sentimen Bursa Siang: IHSG Nyaris 9.000 di Tengah Geliat Eksplorasi Tambang dan Perubahan Nahkoda Perbankan
Pada 8 Januari 2026, pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika menarik dengan IHSG hampir menyentuh 9.000. Sentimen positif berasal dari kemajuan perusahaan energi dan konsumsi, sementara sentiment netral terlihat lewat divestasi Glencore. Tantangan muncul dari pengunduran pimpinan Bank Woori Saudara dan lemahnya daya beli domestik yang mempengaruhi emiten konsumsi.
-
Ulasan Bursa Siang Ini: Geliat Eksplorasi Tambang, Strategi Ekspor STRK, hingga Mundurnya Bos Bank Woori
Pergerakan pasar modal Indonesia pada 8 Januari 2026 dipenuhi dengan aksi korporasi besar, termasuk eksplorasi tambang dengan investasi signifikan oleh beberapa emiten. IHSG menunjukkan kinerja baik mendekati 9.000. Di sektor keuangan, pengunduran diri Presiden Direktur Bank Woori Saudara memicu perubahan kepemimpinan, sementara PT Lovina Beach Brewery Tbk mengalihkan fokus ke pasar ekspor.
-
Perkuat Cadangan Batubara, Resource Alam (KKGI) Kucurkan US$2,86 Juta untuk Eksplorasi
PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) sedang memperkuat cadangan mineral melalui eksplorasi agresif, mengalokasikan anggaran sebesar US2,86 juta. Fokus utama adalah di Sub Blok Handil Bakti dan Blok Tani Bakti, dengan rencana tambahan untuk Blok Loajanan dan Separi. Semua wilayah kerja sudah mendapat izin resmi dari pemerintah.